HTTP Status[404] Errno [0]

Efektif atau Tidak ji PSBB di Makassar, ini mi Perbandingannya

02 May 2020 17:54
Efektif atau Tidak ji PSBB di Makassar, ini mi Perbandingannya

BugisPos — Pada hari Kamis malam, 19 Maret 2020, Gubernur Sulsel Prof. Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr di kediamannya menggelar jumpa pers terkait dua orang warga Makassar yang positif Covid 19.

Dari start awal dua pasien positif di Makassar, mulailah rentetan pasien positif mulai ditemukan. Dari waktu ke waktu orang-orang yang terpapar mulai berjatuhan.

Berdasarkan data, Sulawesi Selatan menduduki peringkat ke empat dari seluruh provinsi di Indonesia yang jumlah pasien positifnya terbanyak.

Kota Makassar sendiri ditetapkan sebagai zona merah penyebaran Covid 19 di Sulsel. Melihat perkembangan penularan Covid di Makassar yang begitu pesat, maka melalui usulan Pj. Wali Kota Iqbal Suhaeb Makassar kepada Gubernur Sulsel yang kemudian diteruskan kepada Menteri Kesehatan untuk pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Berdasarkan persetujuan Menkes, maka Pj. Wali Kota Makassar mengeluarkan Perwali terkait pemberlakuan PSBB di Kota Makassar, terhitung mulai tanggal 24 April 2020 hingga 07 Mei 2020 mendatang.

Kemudian muncul pertanyaan dari masyarakat, apakah pemberlakuan PSBB di Makassar itu efektif atau tidak, untuk melihat perbandingan tersebut, BugisPos menghimpun data penyebaran Covid 19 di Makassar melalui laman Infocorona.makassar.go.id.

Adapun data yang diambil adalah data per hari Senin tanggal 26 April 2020 yaitu awal pemberlakuan PSBB hingga data per 01 Mei 2020.

Adapun data update Covid 19 per tanggal 26 April 2020 adalah :
ODP 887
Dalam pemantauan 629
Selesai 258

PDP 341
Dalam perawatan 110
Pulang dan sehat 187
Meninggal 44

Positif 331
Dalam perawatan 239
Sembuh 65
Meninggal 27

Adapun update date Covid 19 pertanggal 1 Mei 2020
ODP 933
Dalam pemantauan 231
Selesai 702

PDP 403
Dalam perawatan 177
Pulang dan sehat 170
Meninggal 56

Positif 367
Dalam perawatan 246
Sembuh 93
Meninggal 28.

Adapun penyebaran Covid 10 periode 26 April 2020 hingga 01 Mei 2020 (7 hari) selama pemberlakuan PSBB adalah sebagai berikut :
Untuk ODP 933 – 887 = 46 orang
Untuk PDP 403 – 341 = 62 orang
Untuk Positif 367 – 331 = 36 orang
Sembuh 93 – 65 = 28 orang
Meninggal 28 – 27 = 1 orang

Perbandingan penyebaran Covid mulai awal ter tanggal 19 Maret 2020 hingga 26 April 2020 (29 hari/ 4 minggu)
Untuk Positif 331 – 2 = 329
Dirata-ratakan perminggu 47 orang positif.
Pasien sembuh 65 orang dirata-ratakan per minggu 16 orang. Sedangkan pasien meninggal 27 orang periode 26 April 2020 artinya dirata-ratakan per minggunya 6 hingga 7 orang yang meninggal.

Walaupun wabah atau pandemi Covid 19 tidak bisa dihitung secara matematika, namun perbandingan diatas dapat menjadi cermin perbandingan penyebaran Covid 19 di Kota Makassar.

Jadi angka rata-rata orang positif Covid 19 perminggunya sebelum PSBB adalah 47 orang dan saat PSBB adalah 36 orang. Angka pasien sembuh sebelum PSBB adalah 16 orang dan saat PSBB adalah 28 orang. Sedangkan angka orang yang meninggal sebelum PSBB adalah 6 hingga 7 orang per minggunya dan saat PSBB 1 orang.

Angka diatas adalah bukan angka mutlak, karena penyebaran Covid 19 juga mengacu pada tingkat kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan imunitas tubuh, faktor cuaca serta faktor-faktor lainnya.

Untuk update Covid 19 per 02 Mei 2020 pukul 11.00 Wita adalah :
ODP 939
Dalam pemantauan 229
Selesai pemantauan 710

PDP 397
Dalam perawatan 165
Pulang dan sehat 175
Meninggal 54

Positif 393
Dalam perawatan 259
Sembuh 103
Meninggal 31

Bila dilihat pergerakan jumlahnya, untuk pasien sembuh mengalami kenaikan yang sangat signifikan dan pasien yang meninggal mengalami penurunan, setelah beberapa hari pasien positif yang meninggal tidak ada, hari ini bertambah tiga pasien yang meninggal.

Penulis : One/Red

Uploader : Zhoel

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya