HTTP Status[404] Errno [0]

Manrasani, PSBB Makassar Diperpanjang

06 May 2020 04:54
Manrasani, PSBB Makassar Diperpanjang
Sekda Makassar, Ir. M. Ansar, Msi

BugisPos — Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang diberlakukan mulai 24 April hingga 7 Maret 2020, dengan payung hukum Perwali kota Makassar, akhirnya dinyatakan akan diperpanjang.

Sekda Makassar, Ir. M. Ansar, Msi, mengatakan, pada intinya kita semua setuju dengan perpanjangan PSBB kota Makassar.

“Pak Walikota malam ini menandatangani pengajuan SK perpanjang PSBB yang akan diajukan kepada Gubernur Sulsel, dan selanjutnya akan diajukan kepada Kemenkes” kata Ansar.

Keputusan ini diambil pada 05/5/20 pukul 19.00 WITA, dalam rapat evaluasi PSBB kota Makassar, yang dilaksanakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kota Makassar, di restoran Sunachi hotel Claro jln AP. Pettarani.

Hadir pada rapat ini, yakni, Dr. Iqbal Samad Suhaeb, SE. MT. (Pj. Walikota Makassar), Ir. M. Ansar, Msi (Sekretaris daerah pemerintah kota Makassar), H. M. Arsyad Ambo Tuo, M.Ag (kepala kantor kementerian agama kota Makassar), Kombes pol Yudiawan Wibisono (Kapolrestabes Makassar), Kolonel. Inf. Andriyanto, SE (Dandim 1408/BS Makassar), Letkol Cpm. Tabi Pasenggong. SH. MH (Danden POM Kodam XIV Hasanuddin), Kompol Nugraha (mewakili Kapolres Pelabuhan Makassar), Naizyah Tun Azikin (Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar), dr. Muhammad rusly (Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar), Muhammad Mario Said (Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar), Muktar Tahir (Kepala Dinas Sosial Kota Makassar), Dr.Ismail Hajiali, SE, MSi (Kepala Dinas Kominfo Kota Makassar), Awis Badwi (Kepala Bagian Kesra Setda Kota Makassar), Umar, SH (Kepala Bagian Hukum Setda Kota Makassar), dan Ustadz Maskur Yusuf (Ketua MUI Kota Makassar).

Dalam rapat, Naizyah Tun Azikin menguraikan, bahwa penerbitan peraturan perwali pada tahun 2020, mengatur tentang pelayanan mekanisme dan sistem pemberlakuan PSBB kota Makassar.

Naisyah mengatakan, kondisi saat ini untuk kota Makassar, kasus ODP jumlah 964 orang, PDP 428 dan positif 421 orang termasuk luar wilayah sebanyak 106 orang jadi jumlah total khusus kota Makassar sebanyak 315 orang.

Kasus Covid-19 tersebut di atas itu tersebar di 15 kecamatan hingga saat ini semua kota Makassar sudah terdapat terkontaminasi dengan Covid-19

Dari hasil analisa yang kami lakukan perhari sebelum melakukan PSBB pada tanggal 21 April 2020 terjadi peningkatan kasus yang cukup tinggi dari sebanyak 92 orang.

Dalam melakukan kajian pada kasus Covid-19 ini memang sangat sulit karena tergantung pada laboratorium kapan di keluarkan hasilnya namun pada umumnya pasien positif didapatkan pada pasien ODP yang di rawat di rumah sakit.

Sekarang ini sudah ada isolasi mandiri terbagi 2 ada yang diisolasi mandiri di Swiss-Belhotel dan isolasi mandiri di rumah masing-masing

Perlu juga saya menyampaikan bahwa jumlah keseluruhan yang sembuh saat ini sebanyak 160 orang dan yang meninggal 12 hari sebelum PSBB sebanyak 12 orang dan setelah PSBB sebanyak 9 orang terjadi penurunan angka kematian.

Salah satu yang menjadi tolak ukur pada saat sebelum pelaksanaan PSSB peningkatan sangat tajam dibandingkan dengan setelah pelaksanaan PSSB sudah mulai landai.

Sementara H.Muh. Arsyad Ambo Tuo, M.Ag mengatakan, dirinya sangat mendukung perpanjangan PSBB, walaupun banyak jamaah yang masih ngotot melaksanakan sholat berjamaah, meskipun sudah mensosialisasikan kepada pengurus masjid.

Letkol Cpm. Tabi Pasenggong. SH. MH, sayaratkan agar PSBB diperpanjang, karena masih banyaknya saudara kita yang ingin sholat di masjid, jika ini tidak diperpanjang sampai mendekati idul fitri, pasti mereka melaksanakan sholat berjamaah dan ditakutkan usaha kita selama ini bisa gagal.

Dikatakan, juga saat saat ini setelah PSBB ditemukan makin menjamurnya pengemis dan gepeng,

Penyampaian oleh Kolonel Inf Andriyanto, SE, mengatakan, Pemerintah pusat ingin adanya penyelesaian kasus Covid-19 ini secepatnya, dan kegiatan kita ini sudah mampu mengontrol peningkatan pasien yg terpapar.

Kita masih harus terus memantau isolasi mandiri di rumah karena masih adanya warga yang tidak mengindahkan PSBB ini,

Masalah menjamurnya Gepeng dan pengemis ini karena kita terlalu memanjakan mereka sehingga mereka merasa nyaman maka mereka terlena.

Jadi pada intinya PSBB ini baik nya kita lanjutkan sehingga kita dapat dengan cepat menuntaskan dampak Covid-19 ini.

Sementara Kompol Nugraha (mewakili Kapolres Pelabuhan Makassar) menyampaikan, Polres pelabuhan sangat setuju diperpanjang. Penekanan kembali ke pelaku usaha mana yang boleh dan yang tidak boleh, ini harus dipertegas lagi karena masih banyak yang tidak mengerti dan kita harus menindak tegas.

Terkait bantuan jangan tumpang tindih, harusnya bisa didata lebih baik lagi karena masih banyak di temu kan ada yg menerima dobel namun banyak yang belum.

Kombes pol Yudiawan Wibisono (Kapolrestabes Makassar) pada kesempatan itu juga menyampaikan. Katanya, kita harus bekerja dengan sesuai prosedur, karena banyak yang tidak setuju setuju dengan pemberlakuan PSBB.

Dikatakan, untuk melanjutkan PSBB kita harus memiliki payung hukum yang matang sehingga tidak adanya pertanyaan ataupun tindakan yang tidak kita inginkan terjadi di lapangan terhadap anggota kita.

Pembagian sembako kami siap mengamankan jika pak Wali sudah mau, saya sudah memberikan instruksi kepada kasat lantas kami,

Ada anggota kami dari Dalmas dan anggota Polda yang positif Covit, karena ikut membagikan sembako,

Jaring komunikasi sosial karena satu saja yang muncul di sosmed tentang ada yang belum kebagian sembako bisa berabe tersebar kemana mana,

Intinya kami dia setuju dengan perpanjangan PSBB namun lebih berhati hati lagi dalam melaksanakan tugas.

Sumber : (darna)

Editor ; Zhoel

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya