HTTP Status[404] Errno [0]
Bugispos.com BugisPos -- Memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ,Pemerintah Kota Makassar gencar melakukan rapid test di berbagai titik di kota makassar dengan menggunakan alat bantuan PT Vale, yang diberikan melalui Pemprov Sulsel sebanyak 20.000 unit.
30 May 2020 21:46

Gubernur Sulsel Tinjau Langsung ki Rapid Test di Pasar Sentral

Rabu, 13 Mei 2020 14:44
Gubernur Sulsel Tinjau Langsung ki Rapid Test di Pasar Sentral
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah meninjau langsung pelaksanaan rapid test di Pasar Sentral

BugisPos — Memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ,Pemerintah Kota Makassar gencar melakukan rapid test di berbagai titik di kota makassar dengan menggunakan alat bantuan PT Vale, yang diberikan melalui Pemprov Sulsel sebanyak 20.000 unit.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah meninjau langsung pelaksanaan rapid test di Pasar Sentral Rabu, 13 Mei 2020.

Gubernur Sulsel mengaku, Pemkot Makassar telah melakukan rapid test di empat pasar dan yang diikuti 548 orang,dan ditemukan 21 orang yang hasilnya reaktif sehingga langsung dilakukan penanganan lebih lanjut.

“Jadi Pemkot telah melakukan rapid test di empat pasar, dari 548 orang yang melakukan tes ini,ditemukan hasilnya reaktif 21 orang. Bagi yang hasil testnya reaktif, akan langsung diberikan penanganan,”ungkap Nurdin.

Nurdin menyebutkan rapid test massal akan terus dilakukan selama empat hari terhitung tanggal 12 sampai 15 Mei 2020 sebagai screening awal penyebaran virus corona.

“Rapid test massa ini menyasar pedagang pasar tradisional, juru parkir, hingga ojek online dan ditargetkan rapid test massal dilakukan terhadap 6.943 pedagang dan 100 kolektor yang tersebar di 18 pasar tradisional, 2.068 Jukir, serta 10.000 ojol, yang melibatkan 47 Puskesmas se Kota Makassar, dan melibatkan lintas sektor terkait,”sebutnya.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ini berharap dengan rapid test akan ditemukan secepatnya yang ber pontensi menyebarkan virus corona.

“Semoga dengan langkah ini rantai penularan virus corona bisa terputus dan pasar bisa segera dibuka, karena kasihan kalau tidak dibuka, makanya kita sisir dan kalau kita sudah pastikan yang di dalam ini tidak ada masalah maka akan dibuatkan protokol kesehatan, supaya tidak bergerombol dan ekonomi tetap berjalan,”tutupnya.

Penulis : Srf/Sr

Editor : Syahrul

Author : BugisPos.com

Loading Comment
BERITA LAINNYA
POPULAR

JUMAT , 26 JULI 2024