HTTP Status[404] Errno [0]

Djusman AR: Pj Walikota Jangmi Dulu Banyak Statement

15 May 2020 21:18
Djusman AR: Pj Walikota Jangmi Dulu Banyak Statement
Djusman AR

BugisPos — Penjabat Walikota Makassar yang baru saja dilantik pada Rabu, 13/5/20, adalah sosok bergelar profesor.
Walaupun gelar profesornya berlatar ilmu kehutanan, tetapi mesti dapat memahami pemerintahan, apalagi dalam kondisi Covid-19.

Demikian dikemukakan Djusman AR, Ketua Forum MACASAR (Mahasiswa Pascasarjana) Unhas 2003-2005.
Djusman AR kepada BugisPos, Kamis, 14/5/20 mengatakan, keputusan gubernur Nurdin Abdullah dengan tidak memperpanjang masa jabatan Iqbal Suhaeb sebagai Pj Walikota, tentu saja lantaran Iqbal Suhaeb dipandang tidak mampu memimpin Makassar dengan segala dinamikanya.

Faktanya memang terkesan Iqbal tidak dapat menjalankan amanah gubernur dan mendagri dengan baik.
Boleh kita lihat saat gubernur perintahkan semua toko dibuka, namun Iqbal tetap saja tidak ada gerakan mengubah Perwali PSBB.

Belum lagi soal netralitas, Iqbal malah kecolongan terlihat di publik tidak netral menghadapi Pilkada Walikota 2020.
Dengan tampilnya Prof. Dr. Yusran menjabat Pj Walikota, dengan gelar profesornya mesti dipertaruhkan.
Kata Djusman, bila Yusran gagal menjalankan tugasnya sebagai Pj Walikota, maka akan menjadi preseden buruk bagi identitas profesor.

Tetapi bila sukses, maka akan membawa nama harum identitas profesor.
Penggiat anti korupsi ini mengatakan, ukuran sukses Yusran akan ditakar dari sejauhmana tingkat kepuasan warga kota dalam pelayanan, juga bagaimana penilaian gubernur dan mendagri sebagai atasan Yusran.

Menurut Djusman AR, saat ini sebaiknya Pj Walikota tidak usah banyak statemen di ruang publik. Fokus saja pada tanggung jawab, khususnya terkait penanganan wabah Covid 19. Bagaimana distribusi sembako yang belum sampai ke masyarakat, dan bagaimana yang salah sasaran ke masyarakat yang berhak.

Begitu juga soal BLT, dan yang lebih menuntut pertanggung jawaban publik juga tentunya adalah penggunaan anggaran APBD Makassar sebesar Rp433 milyar.

Kefokusan yang lainnya adalah, bagaimana ketegasan memanagerial ASN ke depan dalam Pilkada Makassar Desember nanti, tentunya dituntut netralitas yang tinggi dimulai dari Prof Yusran sendiri selaku pemimpin Makassar.

Jangan sampai kecolongan pula di mata publik seperti yang terjadi pada diri Pj Walikota pendahulunya .

Sumber : (darna)

Editor : Zhoel

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya