Liestiaty F Nurdin : Dos Bekas Jangan ki Buangi

15 May 2020 22:37
Liestiaty F Nurdin : Dos Bekas Jangan ki Buangi
Hj. Liestiaty F Nurdin, menekankan agar wadah kardus untuk paket bantuan yang masuk tidak dibuang.

BugisPos — Banyak kisah menarik dibalik COVID-19. Mulai dari penanganan pasien yang tak henti diupayakan hingga sembuh.

Bagaimana menangani pembagian sembako kepada masyarakat dan Alat Pelindung Diri (APD) kepada Tenaga Medis. Hingga upaya Pemerintah menyiapkan diri menghadapi kemungkinan resesi ekonomi selama dan usai pandemi bergulir.

Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (TP PKK Sulsel) salah satu organisasi yang intens menangani urusan pembagian sembako. Kepada jajarannya, Hj. Liestiaty F Nurdin, menekankan agar wadah kardus untuk paket bantuan yang masuk tidak dibuang.

Pada akhirnya pembagian paket buka puasa berupa nasi dos, PKK Sulsel tidak kesulitan mencari wadah untuk menampung paket yang lebih kecil. Disamping memudahkan pengangkutan, juga membuat paket nasi dos lebih aman dari kontaminasi bau.

Demikian halnya barang yang masuk melalui pesanan khusus PKK Sulsel yang mencapai jutaan buah. Seperti kardus (dus) untuk teh, kopi, ikan kaleng, mie instant dan gula serta bahan makanan lain.

Awalnya dikemas dengan kardus berukuran besar. Lies berharap kardus itu digunakan saat pendistribusian ke lapangan agar tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai.

Dosen Fakuktas Perikanan Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar itu pernah menjabat Ketua PKK Kabupaten Bantaeng selama 2 periode. Di daerah itu dia meneliti dampak plastik bagi ikan dan biota laut lainnya serta dampak negatif yang ditimbulkan mikroplastik bagi manusia dengan mengkonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi plastik.

Karenanya, sejak awal pembagian sembako, Lies mewanti-wanti Pengurus PKK Sulsel agar tidak sama sekali mengunakan Plastik. Sebagai alternatif lain, pihaknya memberdayakan UMKM untuk menjahit tas kain pengganti kantongan kreset.

Pantauan di gudang yang berdekatan dengan Sekretariat PKK Sulsel di Masjid Raya Nomor 70A Makassar, kardus dipisahkan tersendiri usai paket bantuan kapasitas besar dikeluarkan dan siap dikemas ke wadah lebih kecil yakni tas kain. Sementara kardus rusak ataupun yang berukuran kecil, tetap dikumpul untuk selanjutnya dikirim ke tempat daur ulang.

Sumber : PKK Sulsel
Editor : Syahrul

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya