Kapolres Bulukumba Paparkan ki Dugaan Korupsi Dana BOK 2019

20 May 2020 13:55
Kapolres Bulukumba Paparkan ki Dugaan Korupsi Dana BOK 2019

BugisPos.- Kapolres Bulukumba AKBP. Gany Alamsyah Hatta, SIK, didampingi Kasat Reskrim AKP. Berry Juana Putra, dihadapan puluhan awak media, Rabu (20/5) pada agenda Silaturahim bersama Jurnalis, membeberkan adanya dugaan tindak pidana korupsi dana BOK pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bukukumba tahun anggaran 2019.

Menurutnya, sesuai hasil pemeriksaan penyidik Tipikor Sat Reskrim Polres Bulukumba, terindikasi ada kerugian negara pada pos Bantuan Operasional Kesehatan ( BOK ) tahun 2019.

Sesuai dokumen pada tahun 2019 Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba mendapatkan dana BOK sebesar Rp.17 miliar, dari jumlah tersebut Rp.2 miliar diantaranya dikelola pada Dinas Kesehatan Bulukumba, selebihnya Rp.15 miliar diperuntukkan kepada 20 Puskesmas yang ada di daerah ini.

” Jadi ada Rp.15 miliar diserahkan ke 20 Puskesmas untuk dikelola sesuai peruntukannya. Dan dari hasil pemeriksaan, ditemukan ada indikasi merugikan keuangan negara sebesar kurang lebih Rp.4,4 miliar,” ungkap Kapolres AKBP.Gany sambil menunggu hasil perhitungan angka pasti kerugian negara dari lembaga berwenang.

Bagaimana sehingga muncul indikasi merugikan keuangan negara, ? Menurut mantan Kapolres Takalar ini, dari hasil pemeriksaan, masing masing Puskesmas tidak memperlihatkan bukti bukti penggunaan sesuai dana yang tertera.

” Ada dugaan distribusi dana BOK ke masing masing Puskesmas, tidak sesuai dengan jumlah yang tertera,” jelas AKBP.Gany.

Seperti salah satu Puskesmas, dalam Pagu dialokasikan anggaran sebesar Rp.950.000.000.- tetapi yang disalurkan hanya Rp. 650.000.000.- dan sisa yang Rp.300.000.000.- diambil alih Dinas kesehatan, dan Puskesmas tetap diminta untuk membuat perencanaan fiktif.

“Bisa kita bayangkan, kalau 20 Puskesmas dipotong sampai Rp300 juta misalnya. Ini sangat luar biasa jumlahnya,” sebut AKBP Gany.

Mantan Kapolres Takalar ini mengaku, pihaknya menyampaikan semua ini murni sebagai penegakan hukum semata, tidak ada sedikitpun tendensius didalamnya.

Ketika ditanya soal nama yang bakal dijadikan tersangka pada kasus itu, Kapolres Bukukumba menyebut, untuk sementara pihak Bendahara dan PPKnya, sambil menunggu proses penyidikan lebih lanjut.(*)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya