Agana Gau, Kadinkes Sulsel Terkesan Melarang Pasien Corona Disembuhkan Jus C-19

23 May 2020 02:34
Agana Gau, Kadinkes Sulsel Terkesan Melarang Pasien Corona Disembuhkan Jus C-19
Atas permintaan pasien corona Jawaria, Hj. Asniwati Hamzah turun tangan menolong membawakan Jus Covid 19 secara gratis. Tapi jusnya disita oleh petugas Hotel Swiss Bell

BugisPos — Kabar mengejutkan muncul hari ini, Rabu, 20/5/20. Sejumlah pasien yang sedang diisolasi di hotel Swiss-bel dan hotel Harper, mengeluh karena Jus C-19 yang mereka pesan, tidak diperbolehkan dibawa masuk ke hotel. Di benak mereka, bisa saja hal ini terkesan seolah-olah mereka dihalangi-halangi kesembuhannya oleh Kadis Kesehatan Sulsel, dr. Ichsan Mustari. Faktanya, Jus C-19 yang sudah banyak menyembuhkan pasien corona, justeru dilarang masuk ke hotel.

Irwan Paturusi dikonfirmasi kepada BugisPos, Rabu, 20/5/20, mengatakan, pihaknya menerima kabar dari orang yang ditugasi mengantar  Jus C-19 ke Hotel Swiss-bel, dicegat oleh petugas di pintu masuk, dan Jus nya disita petugas. Irwan mengatakan, sebenarnya Jus ini diantar atas permintaan anak seorang pasien isolasi di Swiss-bel.  Pasien ini memesan Jus C-19, karena melihat sudah banyak pasien corona yang dinyatakan sembuh setelah minum Jus ini. Dia juga ingin ibunya segera sembuh sehingga memesan Jus ini untuk ibunya.

Irwan Paturusi yang meracik Jus ini, mengatakan, justeru keluarga mereka para pasien yang datang minta bantuan Jus C-19 gratis. Bukan dirinya yang datang menawar-nawarkan  ke pasien atau ke keluarga mereka. Dan ternyata Jus itu disita petugas di dua hotel tersebut, dengan alasan atas perintah Kadis Kesehatan Sulsel.

Bukan hanya ibu dari anak ini, tetapi juga ada wanita lainnya yang sekamar, yang juga memesan Jus yang sama ke kepada anak ini, dan selanjutnya menghubungi Irwan Paturusi untuk mendapatkan Jus C-19.

Yang membuat Irwan Paturusi heran, sebab petugas di hotel Swiss-bel menyita Jus tersebut sebanyak 4 botol, dengan alasan perintah Kadis Kesehatan Sulsel. Demikian juga yang hotel

“Kayaknya kehadiran Jus ini sengaja dihalang-halangi untuk dikonsumsi pasien yang membutuhkan. Boleh jadi orang bisa beranggapan, agar pasien tidak cepat sembuh. Faktanya, kenapa  jus penyembuh corona ini dilarang diberikan kepada orang yang membutuhkan” keluh Irwan Paturusi.

“Harusnya pak Ichsan ini berterima kasih dan segera melakukan penelitian sejauhmana keampuhan jus ini menyembuhkan corona. Bukannya bersikap arogan dengan menyita Jus C-19” tegas Irwan Paturusi yang juga Gubernur LSM LIRA Sulsel ini.

Kadis Kesehatan, dr. Ichsan Mustari di konfirmasi BugisPos, Rabu, 20/5/20 via WA menyatakan, dirinya melarang Jus C-19 masuk ke hotel tempat isolasi pasien corona, sebab dirinya tidak merekomendasikan.

Saat diberi contoh tentang Ibu Lies F Nurdin, ketua PKK Sulsel, yang memerintahkan sekretarisnya, Kenari Karsono, minta bantuan Jus C-19 ke Irwan Paturusi, untuk diberikan ke seorang pasien corona yang diisolasi di RS Rasa Sayang Makassar.

Ternyata tak ditanggapi Ichsan Mustari. Kadis Kesehatan Sulsel ini terkesan memandang sepele ketua PKK Sulsel Liestiaty F Nurdin. Padahal kesembuhan seorang staf di Rujab Sekda, adalah juga atas inisiatif Lestiaty F Nurdin, dengan memberikan Jus C-19 kepada staf Rujab Sekda yang terpapar corona tersebut, sehingga dinyatakan sembuh sesuai hasil swab terakhir.

Dhayat, tokoh pemuda Panakukang Makassar yang juga mengkonsumsi Jus C-19 untuk berjaga-jaga agar tidak tertular corona, kepada BugisPos menyatakan, dirinya sangat menyayangkan sikap Kadis Kesehatan Sulsel ini.

Kata Dhayat, mengingat belum ada vaksin penawar Covid-19, seharusnya Kadis Kesehatan cepat tanggap atas hadirnya Jus C-19, sebagai upaya alternatif mengobati pasien corona. Bukannya justeru mempersulit pasien agar tidak mendapatkan formula penyembuh.

Menurut Dhayat, sebaiknya gubernur mengganti saja pejabat seperti ini, sebab dia tidak paham inovasi warga yang berusaha mendapatkan formula penyembuh Covid-19.

Dhayat sependapat dengan Irwan Paturusi, bahwa sikap Kadis Kesehatan ini terkesan tidak membiarkan pasien cepat sembuh.

“Apa pak kadis ini tidak pernah baca berita tentang jus yang telah menyembuhkan banyak pasien corona ini” kata Dhayat sambil senyum.
Sementara Kenari Karsono, kepada BugisPos, menyatakan, akan melaporkan sikap Kadis Kesehatan Sulsel ini kepada ketua PKK Sulsel Liesyiaty F Nurdin.

Kenari Karsono heran kenapa bisa Ichsan Mustari menghalangi yang mau sembuh dengan minum Jus C-19.

Penulis : (darna).

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya