Ramzah Thabraman: Parellu Dipertanyakan, Kenapa Kadinkes Halangi Pasien Minum C-19

21 May 2020 06:42
Ramzah Thabraman: Parellu Dipertanyakan, Kenapa Kadinkes Halangi Pasien Minum C-19
Ramzah Tabraman

BugisPos – Menanggapi pemberitaan BugisPos soal larangan Kadis Kesehatan Sulsel, dr. Ichsan Mustari, atas Jus C-19 untuk tidak dimasukkan ke hotel tempat para pasien Covid-19 dirawat, sebagaimana dipublis media ini, Rabu, 20/5/20, mendapat tanggapan dari Ir. H. Ramzah Thabraman, Wakil Ketua Umum DPN GNPK (Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi).

Menurut Ramzah Thabraman, yang namanya jus itu kan bukan obat-obatan dari dunia farmasi, melainkan berupa herbal yang dibuat dari bahan alami. Dan bila ternyata Jus C-19 tersebut dapat menyembuhkan orang yang terpapar virus corona, maka siapapun berhak mengkonmsi jus itu, dan siapapun tidak berhak menghalangi.

Apalagi ini pandemi dunia yang mematikan, maka setiap orang, apalagi mereka yang terpapar, berhak mencari keselamatan diri. Hak azasi manusia wajib dihormati. Bukan menghalangi mereka berupaya menggunakan hak azasinya demi kesembuhan mereka, sebagaimana hak azasi itu melekat pada diri setiap orang.

Dikatakan, memilih mengkonsumsi Jus C-19, karena mereka yang terpapar itu mendapat informasi bahwa jus ini dapat menyembuhkan orang yang terjangkit corona, maka menjadi hak azasi mereka untuk mengkonsinya demi menyelamatkan nyawa mereka.

Apalagi di dunia kedokteran belum juga ditemukan vaksin penawar Covid-19, maka tidak ada salahnya mereka mencari jalan penyembuhan dengan ramuan herbal.

Atas sikap Kadis Kesehatan Sulsel ini menghalangi, apalagi dengan menyita Jus C-19 yang dipesan sendiri oleh pasien, bagi Ramzah Thabraman, hal ini patut disesalkan. Itu sudah melanggar hak azasi manusia.

Ramzah berpendapat, justeru seharusnya Kadis Kesehatan memberi dukungan atas inovasi dan penemuan herbal ini, yang telah menyembuhkan banyak orang yang terpapar corona di Sulsel. Semestinya atas informasi yang berkembang tentang keampuhan jus ini, justeru Kadis Kesehatan wajib secapatnya mengambil langkah melakukan uji klinik atas jus ini, tentang sejauh mana keampuhannya menyembuhkan pasien corona.

Dikatakan, dapat dibayangkan bila dunia internasional tercengang, bila seluruh pasien corona di Sulsel sembuh, karena Jus C-19 dikonsumsi secara massal. Ini kan akan membawa prestasi dari Sulsel untuk bangsa dan negara, dan dunia bisa saja dibikin terkejut.

Tetapi, kata Ramzah, dengan penolakan Jus C-19 ini untuk dikonsumsi pasien corona yang sedang diisolasi di hotel, maka dapat dipertanyakan, jangan sampai sikap penolakan ini ada apa-apanya di balik semua itu. Apalagi bila bicara soal penganggaran, atau mungkin saja ada pihak ketiga yang punya kepentingan tertentu, sehingga kehadiran Jus C-19 ini sengaja dihalangi masuk ke hotel isolasi Covid-19.

Yang pasti, kata Ramzah Thabraman, lembaganya memang saat ini sedang melakukan investigasi. Namun tak dijelaskan investigasi tentang apa, dan seperti apa. (darna)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya