Jamaah Mesjid Nurul Hidayah Ikuti ki Protokol Kesehatan, Sekda Bacakan Sambutan Bupati

25 May 2020 13:06
Jamaah Mesjid Nurul Hidayah Ikuti ki Protokol Kesehatan, Sekda Bacakan Sambutan Bupati

BugisPos.- Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Walilllah Ilham. Pelaksanaan hari raya Idul Fitri tahun ini berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, dimana Ummat Islam melaksanakan sholat Ied ada yang terpaksa di rumah masing masing, dan ada pula di mesjid mesjid. Hal ini disebabkan masih adanya wabah Covid 19.

Awak media ini bersama ratusan ummat Islam yang berada di sekitar Jalan Cendana, Bhakti Adiguna, ikut melaksanakan sholat Ied di mesjid Nurul Hidayah di Jalan Cendana.

Selain awak media ini, juga terlihat Sekda Andi Bau Amal yang juga Ketua Umum pengurus Mesjid Nurul Hidayah sekaligus membacakan sambutan Bupati Bulukumba AM.Sukri A.Sappewali.

Demikian pula hadir DR.H.Irmansyah,MPd, Ketua STAI Al Gazali dan juga menyampaikan Khutbah Idul Fitri serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. Dan tampil sebagai Iman Sholat Ied Syarifuddin, SPd.

Sebelum pelaksanaan sholat Ied, terpantau di pintu pagar utama seluruh jamaah termasuk awak media ini, wajib mengikuti pemeriksaan suhu tubuh yang dilakukan salah seorang pegawai RSUD HA.Sulthan Dg Radja dan seluruh jamaah dinyatakan layak mengikuti sholat berjamaah di mesjid itu.

” Pemeriksaan suhu tubuh bagi Jamaah wajib dilakukan, demikian pula dengan penggunaan masker. Alhamdulillah dari laporan petugas seluruh jamaah suhu tubuhnya normal dan semuanya memakai masker. Dan seluruh jamaah juga sudah ditentukan jaraknya, sesuai protokol kesehatan dalam rangka memutusata rantai penyebaran covid 19,” jelas H.Irmasyah Ketua harian pengurus mesjid Nurul Hidayah.

Andi Bau Amal yang membacakan sambutan seragam bupati Bulukumba dihadapan ratusan Jamaah sholat Idul Fitri menyampaikan, perayaan Idul Fitri tahun ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya, karena adanya wabah pandemi covid 19 yang bisa mengancam jiwa siapa saja, sehingga masyarakat dianjurkan sholat Idul Fitri di rumah masing masing bersama keluarga atau sholat Idul Fitri di Mesjid secara terbatas dengan menerapkan standar protokol kesehatan.

Padahal sejatinya, hari raya Idul Fitri menjadi momentum untuk mempererat silaturahim dan saling mengunjungi antara keluarga, kerabat dan tetangga ataupun sesama warga untuk saling memaafkan.

” Namun kesemua itu harus kita kesampingkan untuk saling menjaga dan mencegah terjadinya penularan virus corona,” terang Andi Bau Amal.- Suaedy Lantara.-

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya