Matemija, Warga Kelurahan Pabiringa Jeneponto Keluhkan Sampah Menumpuk di Jalan

02 June 2020 10:32
Matemija, Warga Kelurahan Pabiringa Jeneponto Keluhkan Sampah Menumpuk di Jalan
Sampah menumpuk di Jalan M Aligassing, Kelurahan Pabiringa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

BugisPos – Sampah menumpuk di Jalan M Aligassing, Kelurahan Pabiringa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Pantauan BugisPos.com, di lokasi pada Senin (01/6/2020) malam, sampah tersebut menumpuk di salah satu sisi jalan.

Sampah – sampah tersebut ada yang dimasukan dalam karung berukuran besar berwarna putih maupun plastik sampah berwarna hitam.

Namun, sampah tersebut diletakkan secara sembarangan dan berserakan. Bahkan tempat sampah berukuran besar yang sudah tersedia sudah tak mampu menampung sampah.

Alhasil, sampah yang berada di dalamnya pun turut menyeruak keluar.

Sampah ini terdiri dari berbagai macam jenis mulai dari plastik, kardus, kertas, kantong plastik, sisa makanan, hingga tangkai pohon mangga.

Ketika melewati jalan ini, bau busuk yang berasal dari sampah sangat tajam menusuk hidung. Sampah yang berserakan ini berdampingan dengan penjual batako.

Salah seorang warga, mengatakan sampah tersebut sudah ada beberapa hari. Biasanya petugas pengangkut sampah dari Suku Dinas Lingkungan Hidup datang untuk mengangkut sampah tersebut.

Namun, hingga saat ini, penyebab menumpuknya sampah tersebut lantaran petugas pengangkut sampah tak kunjung datang untuk mengangkut sampah itu.

“Sudah lama mi itu sampah disitu, dulu ada tempat sampah cuman endak tau mi kemana mi sekarang petugas sampahnya,” ujarnya, salah seorang warga yang enggan disebut namanya.

Ia mengaku risih dengan bau dan tumpukan sampah tersebut. Namun warga juga tak bisa berbuat banyak lantaran tidak bisa mengangkut sendiri.

“Sudah lama mi itu sampah disitu, siapa yang mau ambilki, masa kita mau angkutki,” ungkapnya.

Dia mengaku, bahwa warga lainnya turut membuang sampah di pinggir jalan itu. Ia tak punya pilihan lain karena menurutnya tak mungkin ditumpuk dirumah.

“Iye disitu mami di buang sampah, bahkan ada lagi orang yang buang sampah di pinggiran sungai kalo banyak mi na lihat,” terangnya.

Dia menjelaskan, sebelumnya ada dua lokasi tempat pembuangan sampah. Hanya saja, dari dua tempat pembuangan sampah satu sudah tidak dipungsingkan lagi.

“Tambah banyak sampah disitu karena pembuang sampah di depan SMAN 2 Jeneponto tidak dipungsingkan mi. Jadi sekarang tinggal satu mami tempat pembuangan sampah, jadi ta sebentar banyakmi sampah” ucapnya.

Selain itu, kata dia, kadang jika sampah Terlalu menumpuk biasa warga membakar tumpukan sampah itu.

“Biasa juga ada warga yang bakar itu tumpukan sampah,” singkatnya.

Arya salah seorang pengendara yang melintas di lokasi sampah tersebut mengaku miris melihat kondisi tersebut. Bau dari sampah tersebut sangat menyengat.

“Bau sekali itu sampah, kalo lewatkan disitu kadang ku tutup hidungku,” pungkasnya.

Penulis: Akbar Razak/Haries

Editor : Zhoel

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya