Melalui WhatsApp Kepsek SMPN 2 Enrekang Umumkan Lulus 100%

05 June 2020 23:45
Melalui WhatsApp Kepsek SMPN 2 Enrekang Umumkan Lulus 100%
SMP Negeri 2 Enrekang

BugisPos — Masalah kelulusan sekolah khususnya SMP Negeri 2 Enrekang tetap mengacu pada aturan yang dikeluarkan oleh Kemendikbud. Demikian dikatakan Kepsek SMPN 2 Enrekang saat ditemui BugisPos di kediamannya, Jumat 05/06/2020

Baharuddin Kepsek SMP 2 Enrekang mengatakan, masalah nilai yang di miliki anak anak (siswa) itu, untuk semeste enam (6) dengan nilai ujian itu, diperoleh dari semester satu sampai semester lima sehingga kami tidak menyalahi aturan yang ada karena itulah pungsinya nilai raport yang sudah dilalui dan itu lebih akurat karena biasanya nilai penentu kelas sembilan (IX)  Itu adalah ujian.ujarnya

“Walaupun tidak sempat ujian akibat covid -19 ini, sehingga pemerintah khususnya Kemendikbud RI yang mengambil suatu kebijakan tentang masalah kelulusan siswa melalui pesan grup WhatsApp kepala sekolah SMP Negeri 2 Enrekang Baharuddin Spd. Mpd. menyatakan siswa SMP Negeri 2 Enrekang lulusan murni 100%” ucapnya

Menurutnya, kalau ada hal lain atau ada yang mempertanyakan bagaimana siswa itu tidak ujian, menurutnya bukan tidak ikut ujian malah lebih akurat dengan nilai mata pelajaran dan tugasnya.

Dikatakan, karena nilai semester satu sampai lima itu hasil murni anak anak (siswa) jadi tidak ada rekayasa di dalamnya, dan itulah fungsinya buku raport tempat nilai siswa itu.  Tentang masalah kelulusan, apa lagi kita tau bahwa kondisi Sekarang ini adalah baru pertama kali terjadinya anak anak (siswa) kita tidak ikut ujian akhir karena masalah covid – 19.

Dan sesui keputusan Dewan Guru yang  disampaikan bahwa ini sistem penilaian atau sistem penentuan kelulusan yang kita lalui, ini, sudah sesuai dengan aturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI. pungkasnya

Dalam hal yang sama Baharuddin mengatakan ada pun masalah jika berkelanjutan tentu ada lagi sistem yang dipakai kalau toh pandemi masih berlanjut, ucapnya

“Ada dua hal yang pertama sistem daring kalau pun misalnya tidak mampu kondisi tempat kita ini dan masih banyak beberapa anak (siswa) yang tidak memiliki pasilitas alat pembelajaran seperti halnya HP (handphone), atau di kampung – kampung yang jauh dari jangkauan, sehingga  kemungkinan ada pembatasan di dalam kelas, minimal lima belas (15) siswa,

tapi misalkan jumlah siswa 32 orang tentu kita bagi sesi dua sampai tiga sesi” katanya.

Jadi sistem pembelajaran mulai pagi, nanti kita atur jadwalnya sesui dengan aturan yang di keluarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang jika covid 19 ini, berlanjut.

“Namun kita berharap agar covid ini cepat berlalu karena kami juga orang tua dari siswa, tentu kami dari gurunya sangat merindukan mereka” ucap kepala sekolah Baharuddin.

Sumber  : m.syafar

Editor      : Zhoel

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya