Magello Program Wisata Duta Covid, Cegah 3.000 Orang Masuk Rumah Sakit

07 June 2020 20:43
Magello Program Wisata Duta Covid,  Cegah 3.000 Orang Masuk Rumah Sakit
Tim Ahli Data dan Epidemologi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memaparkan manfaat Program Wisata Covid-19 Pemprov Sulsel

BugisPos — Tim Ahli Data dan Epidemologi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memaparkan manfaat Program Wisata Covid-19 Pemprov Sulsel dalam mencegah penularan Corona kepada Gubernur Sulsel, Prof. HM Nurdin Abdullah di Swissbel, Sabtu, 6 Juni 2020.

Dengan simulasi terpusat dan dilakukan modeling dengan menggunakan parameter waktu penggandaan selama 6,4 hari dari asumsi apabila tidak ada Program Duta Covid-19 penderita berinteraksi secara masif di masyarakat adalah 20.070 kasus. Ini juga mencegah sekitar 3.000 orang masuk rumah sakit atau sekitar 15 persen.

“Ternyata potensi penularan dengan mempertimbangkan reproductive number dan masa double time dengan eksponensial dengan enam hari itu bisa berpotensi menimbulkan kasus sekitar 20.000 di community. Kalau 20 ribu menurut literature 15 persen yang masuk rumah sakit, artinya kurang lebih 3.000 kasus. Dengan melakukan itu kita sangat berhasil menekan orang yang mungkin masuk rumah sakit,” kata Ahli Epidemologi FKM Unhas, Ansariadi.

Jika tidak program ini tidak dilakukan, maka pasien di rumah sakit akan membludak. Oleh karena itu, maka mereka yang positif Covid-19 baik yang memiliki symptomsnya (gejala) maupun tidak ada gejalanya untuk ditemukan cepat. Karena dia bisa menjadi sumber penularan. Untuk itu strateginya adalah massive testing.

Guru Besar FKM Unhas, Ridwan Amiruddin menyebutkan bahwa Program Wisata Covid-19 ini, berkontribusi menekan pertumbuhan kasus. Intevensi lainnya adalah Work from Home, PSBB Kota Makassar, PSBB Gowa, intesive tracing dan penambahan laboratorium.

Gubernur Sulsel, Prof. HM Nurdin Abdullah menjelaskan bahwa, Program Wisata Covid-19 ini masih akan dilanjutkan selama vaksin dan obatnya belum ditemukan.

“Program Duta Covid ini tidak akan berakhir sebelum ditemukan vaksin dan obatnya. Ini harus terus jalan,” paparnya.

Lanjutnya, yang penting dilakukan secara masif dilakukan tes, tracing contact dan serta edukasi kepada masyarakat.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan, Ichsan Musatri menyebutkan, program ini merupakan program inovasi Gugus Tugas Sulsel. Dari program ini ada tiga poin yang diharapakan. Pertama kita memberikan suasana nyaman kepada para peserta orang yang OTG dan ODP. Kedua, mantan peserta dapat menjadi edukator ditengah masyarakat.

“Kita tahu bahwa teori komunikasi yang terbaik, adalah teori komunikasi sebaya, bahwa mereka sesama sudah dekat, tentu informasi ini bisa lebih mereka terima,” ujarnya.

Ke tiga yang terkait program ini tetap menjaga penggerak roda ekonomi, hotel dipakai sehingga karyawan yang ada tidak diPHK .

Sumber : (Zhoelfikar)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya