Wagub Sulsel Santuni ki Rapa, Balita di Pangkep yang Perutnya Membesar Akibat Pembengkakan Usus

10 June 2020 09:34
Wagub Sulsel Santuni ki Rapa, Balita di Pangkep yang Perutnya Membesar Akibat Pembengkakan Usus
seorang polisi di Pangkep diamanahkan menyalurkan bantuan dari Wagub Sulsel kepada keluarga Rapa, Selasa (9/6/2020).

BugisPos — Rapa Ahmad meringis kesakitan. Akibat pembengkakan usus yang dideritanya. Mengakibatkan anak berusia 4 tahun 9 bulan itu mengalami gangguan pencernaan, perutnya membesar.

Rapa merupakan warga Jalan Leangkassi, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan (Pangkep). Ia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Anak dari pasangan suami istri, Ahmad dan Nuraeni.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman pun merasa iba dengan kondisi Rapa.

Salah seorang polisi di Pangkep diamanahkan menyalurkan bantuan dari Wagub Sulsel kepada keluarga Rapa, Selasa (9/6/2020).

“Iye, Alhamdulillah ada bantuan dari balak Wakil Gubernur Sulawesi Selatan. Kami sangat-sangat bersyukur dan berterima kasih. Selama ini belum pernah dapat bantuan,” tuturnya.

Ibu Rapa, Nuraeni bercerita, jika dari lahir anaknya memiliki kelainan. Saat dilahirkan pada tahun 2015, Rapa dalam kondisi tidak memiliki lubang di anusnya.

“Masih bayi umur enam hari dioperasi, di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo karena tidak memiliki anus,” katanya.

5 Juni 2020 lalu, Rapa sempat dibawa di RSUD Batara Siang Pangkep. “Dokter sarankan rujuk ke Makassar, tapi sudah reda pi covid-19 baru saya bawa ke Makassar,” bebernya.

Selama pengobatan, Rapa terdaftar sebagai BPJS-PBI atau dibiayai oleh pemerintah (gratis). Di mana sebelumnya, keluarga Rapa terdaftar BPJS mandiri

“Kondisinya sudah sedikit membaik, sudah mau makan sedikit. Tapi perutnya membesar,” ucapnya.

Dirinya pun berharap, adanya bantuan lainnya untuk keluarganya. Ia berharap pemerintah bisa memperhatikan keluarganya untuk mendaftarkan sebagai penerima PKH.

Untuk kehidupan sehari-harinya, ayah Rapa bekerja sebagai penjual es keliling menggunakan gerobak.

“Tidak tentu penghasilannya. Kadang kalau tidak laku, (suami) bekerja menanam padi milik orang dan diberi upah Rp 100 ribu,” akunya. (*)

Editor : Syahrul

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya