Tauwwa, SDN Borong Adakan ki Pesantren Kilat di Masa Pandemi Covid-19

25 June 2020 21:04
Tauwwa, SDN Borong Adakan ki Pesantren Kilat di Masa Pandemi Covid-19

BugisPos — Meski peserta didik dirumahkan, akibat pandemi Covid-19, bukan kendala bagi sekolah mengadakan Pesantren Kilat.

Apalagi ini sudah agenda rutin sekolah setelah peserta didik mengikuti penilaian akhir semestar (PAS), sebelum penerimaan rapor kenaikan kelas. Demikian yang dilakukan SD Negeri Borong, yang berada di Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

“Kegiatan Pesantren Kilat ini sudah masuk dalam Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), sehingga kami laksanakan meski di tengah wabah virus corona,” jelas Dra Hj Hendriati Sabir, M.Pd, Kepala SD Negeri Borong, Rabu, 24 Juni 2020.

Pesantren Kilat secara daring ini diadakan melalui aplikasi zoom meeting, selama tiga hari, mulai Rabu-Jumat, 24-26 Juni 2020.

Peserta yang ikut kegiatan ini sebanyak 37 orang, terdiri dari murid kelas 5A dan B. Pada prosesi pembukaan, kegiatan dimulai pukul 07.30 wita, yang dibuka langsung oleh Kepala SD Negeri Borong, Dra.Hj Hendriati Sabir, M.Pd.

Rosmiaty, S.Pd.I, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang bertindak sebagai moderator mengatakan bahwa meski ada suasana berbeda tapi anak-anak terlihat semangat mengikuti kegiatan. Memang, tidak semua anak bisa ikut Pesantren Kilat online karena tak punya HP android tapi pihak sekolah memfoto-kopikan materinya agar semua anak bisa mengikuti kegiatan yang bermanfaat ini.

Apalagi tujuannya untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan mereka sejak dini dan bagian dari penguatan pendidikan karakter (PPK). Dalam PPK ini, ada 5 nilai karakter utama, yakni religius, nasionalisme, integritas, kemandirian, dan kegotongroyongan.

Menurutnya, ada perbedaan pelaksanaan Pesantren Kilat dalam situasi normal yang biasa dilakukan di sekolah dibanding dengan kegiatan melalui daring. Kegiatan via daring justru membuat orang tua ikut melihat proses dan keaktivan anaknya.

“Bahkan orang tua lebih antusias ikut, apalagi dalam hal menjawab,” kata Rosmiaty yang dalam Pesatren Kilat tahun ini membawakan materi tentang bimbingan membaca surah pendek Alquran dan ibadah/bimbingan bersuci. Itulah mengapa, ketika sesi materinya, beberapa kali terdengar anak-anak mengaji, membaca kitab suci Alquran dengan bacaan yang fasih.

Guru yang akrab disapa Bu Ros ini bercerita pengalaman lucunya saat mengabsensi murid-muridnya. Beberapa kali dia salah menyebut nama muridnya. Hal itu terjadi karena nama yang muncul diaplikasi zoom adalah nama bapaknya. Maklum, anak-anak itu menggunakan smartphone orang tuanya, saat mengikuti Pesantren Kilat tersebut.

“Kukira nama siswaku, ternyata nama ayahnya… hahaha…. Seru sekali kurasa,” kenangnya sambil tertawa.

Bu Ros yakin, anak-anak bangga karena mereka bisa menggunakan IT saat mengikuti Pesantren Kilat ini. Baginya, ini momen langka. Karena mungkin bisa dibilang sangat jarang yang melaksanakan Pesatren Kilat melalui aplikasi zoom.

Selain Rosmiaty, pemateri lainnya adalah Andi Etty Cahyani, S.Pd, yang membawakan materi keimanan. Pemateri lainnya, Nurhayati, S.Pd.i, dengan materi tentang muamalah dan Hj Hanidah, S.Pd yang memberikan materi tentang tarikh.

Yuli Arifin, orang tua dari Kaiyyisah R. Hasugian, menanggapi positif Pesantren Kilat ini. Karena, menurutnya, di tengah pandemi ini, anak-anak mempunya kegiatan yang sangat bagus dan bermanfaat.

“Adanya Pesantren Kilat ini menjadi pengisi waktu luang bagi anak sehingga mereka tak bosan selama tidak bersekolah,” katanya memberi apresiasi.(*)

Sumber : Adhy

Editor: Zhoelfikar

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya