Kepala Kesehatan Pelabuhan Klas 1 Makassar Temui ki Kadinkes Bantaeng

26 June 2020 09:46
Kepala Kesehatan Pelabuhan Klas 1 Makassar Temui ki Kadinkes Bantaeng

BugisPos- Kabar penolakan hasil rapid Surat Keterangan Kesehatan dari Puskesmas Kassi – Kassi, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng oleh pihak Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar beberapa waktu yang lalu menjadi viral.

Menindaklanjuti hal itu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Makassar, dr Darmawali Handoko bertolak dari Makassar menuju Bantaeng guna meluruskan kabar tidak benar itu.

Dia mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada tanggal 12 Juni 2020. Dia menjelaskan tidak ada penolakan Surat Keterangan Sehat yang terjadi di Bandara Sultan Hasanuddin.

“Kejadiannya itu sudah lama. Makanya kami mau melihat kembali bagaimana keadaan yang sebenarnya. Menurutnya tidak ada masalah dengan bagian kesehatan di bandara,” kata dia, Kamis 25 Juni 2020 di Posko Induk Covid-19 Bantaeng.

Untuk itu, Darmawali melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Bantaeng, dr Andi Ihsan.

“Mengenai penolakan, kalau dia tidak lebih dari tiga hari tidak ada penolakan sebenarnya. Ini yang diklarifikasi kronologis kejadiannya. Yang sesuai dengan ketentuan (aturan) kami tidak akan tolak. Yang pasti kami bersama pihak bandara akan membuat pernyataan resmi klarifikasi atas berita yang tersebar di masyarakat,” katanya.

Dia juga menjelaskan, bahwa Surat Keterangan Kesehatan hasil rapid test telah lewat dari tiga hari. Hal itu tentu bertentangan dengan Surat Edaran nomor 7 tahun 2020 Gugus Tugas Pusat.

Poinnya, setiap individu yang melakukan perjalanan menunjukkan surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif berlaku 7 hari atau surat keterangan uji rapid tes dengan hasil non reaktif yang berlaku 3 hari pada saat keberangkatan.

“Hari ini saya selaku Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Makassar, telah berkoordinasi dengan Kadinkes Bantaeng. Tidak ada permasalahan di lapangan tidak ada perbedaan pendapat. Gugus tugas pusat sudah mengeluarkan surat edaran nomor 7 di mana setiap yang mau berangkat keluar daerah harus melakukan rapid yang suratnya berlaku tiga hari,” kata dia.

Hasil penelusuran, surat keterangan kesehatan yang dibawa oleh salah satu calon penumpang asal Bantaeng, ternyata telah melewati batas tiga hari. Surat rapid tes itu dibuat dan ditandatangani 9 Juni 2020, otomatis ketika calon penumpang berangkat tanggal 12 Juni 2020 telah melewati batas waktu tiga hari dan harus melakukan tes kesehatan ulang.

Saat ditanya sekaitan dengan langkah hukum yang akan ditempuh, dr Darmawali Handoko menjelaskan, akan berkoordinasi kembali dengan pihak bandara mengenai hal tersebut.

‘Bisa jadi, bisa kearah sana. Kalau nanti pihak bandara menganggap itu pencemaran nama baik, maka kita ke sana. Hari ini saya akan temui pihak bandara untuk membuat pernyataan resmi, karena tidak ada yang mengolok – olok Kadinkes Bantaeng. Saya sudah telusuri, tidak ada itu,” tegas dia.-(*)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya