Satpol PP Biringkanaya Dinilai Arogan Langgar Perwali 31

27 June 2020 13:35
Satpol PP Biringkanaya Dinilai Arogan Langgar Perwali 31
Langkah Satpol PP Kecamatan Biringkanaya, dinilai berbagai pihak di wilayah tersebut, sebagai tindakan yang menyalahi Perwali nomor 31 tentang pengaturan protokol

BugisPos — Langkah Satpol PP Kecamatan Biringkanaya, dinilai berbagai pihak di wilayah tersebut, sebagai tindakan yang menyalahi Perwali nomor 31 tentang pengaturan protokol kesehatan di kota Makassar.

Basri, seorang pengusaha jasa kebugaran di Daya, Biringkanaya kepada BugisPos, Jumat, 26/6/20 mengatakan, pihaknya merasa heran kenapa bisa Satpol PP datang menggembok pintu usahanya, sementara Perwali 31 yang diberlakukan pada masa pandemi ini di Makassar, tidak mengatur soal buka tutup usaha, melainkan fokus mengatur dan mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan.

Menanggapi kejadian yang kabarnya melibatkan Lurah Daya dan Satpol PP Kecamatan Biringkanaya ini, Umar Arif Ruhma,SH, pemerhati pemerintahan di Makassar, mengatakan, sangat disayangkan bila Satpol PP Biringkanaya dan Lurah bertindak dengan melampaui apa yang diatur oleh Perwali 31.

Kata Umar, penutupan usaha di Makassar itu dilakukan pada masa pemberlakuan PSBB, yang sampai berlangsung hingga 28 hari lamanya. Pada Perwali PSBB ini sejumlah jenis usaha ditutup, kecuali pada beberapa jenis usaha tertentu, seperti kantor Telkom dan media.

Sesudah Perwali PSBB, maka diberlakukanlah Perwali Protokol Kesehatan nomor 31/2020, yang khusus mengatur tentang protokol kesehatan. Di dalam Perwali 31 ini samasekali tidak ada pasal yang mengatur soal buka atau tutup usaha.

“Sebaiknya pihak pengusaha yang merasa dirugikan di Daya tersebut membawa masalah ini ke ranah hukum. Dasarnya jelas, mereka melanggar Perwali 31” tegas Umar.

Sumber : (ady)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya