Sulhaji Tidak Yakin ki Ayahnya Covid 19

27 June 2020 13:41
Sulhaji Tidak Yakin ki Ayahnya Covid 19

BugisPos.- Almarhum H.Abd.Hamid Sembo (70) yang dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (26/6) kemarin di RSUD HA.Sulthan Dg Radja Bulukumba, karena Covid 19, dan proses pemakamannya berlangsung sesuai protokol pasien Covid 19, dari RSUD HA.Sulthan Dg Radja langsung ke pakuburan keluarga dan dikawal petugas Kepolisian dan TNI, ditanggapi keluarga terdekat Almarhum.

Sulhaji, salah seorang anak dari Almarhum H.Abd Hamid Sembo, kepada media ini, Sabtu (27/6) mengirim rilis yang isinya seperti dibawah ini.

” Saya merasa tidak yakin 100% klo orang tua saya ini positif covid-19, Krn orang tua kami sudah 1 Tahun lebih, tinggal di rumah krn sakitnya makin parah dan sudah mengonsumsi obat tiap harinya sudah 10 Tahun lebih, dan selama ini orang tua kami ini cuman beraktifitas di rumah saja,” tulis Sulhaji.

Kemudian, masih catatan Sulhaji yang diterima media ini, secara kebetulan ada anak dari orang tua kami serumah yang lagi di karantina mandiri di rumah (dikamar to tanpa beraktifitas luar kamar) itupun lagi hasil swab nya negatif.

” Jadi kami membawa orang tua kami ke rumah sakit, pada Senin (22/6) sore, karena sesak dan memang selama ini, itu keluhan orang tua kami selama sakit di rumah, dan biasanya kalau sesak, anaknya yang lagi dikarantina tahu obat dan caranya untuk mengobatinya, tapi saat itu anaknya lagi karantina dan tidak ingin dekat dengan orang tuanya, makanya untuk menjaga hal yang buruk, maka dibawalah orang tua ke rumah sakit,” tulis Sulhaji.

” Setibanya di rumah sakit orang tua kami langsung di tempatkan di ruang khusus untuk penanganan covid-19, karena kami menjelaskan kronologisnya dan tentang anaknya yang lagi di karantina mandiri,” tambahnya.

Kami cuman bertanya, dimana virus Corona itu ada dan orang tua kami kena..? Klo toh anaknya yang satu rumah membawanya, tapi kan dia negatif, artinya virus itu TDK masuk dalam lingkungan rumah mereka..?!

Kami menerima semua apa yang ingin dilakukan oleh almarhum orang tua kami saat meninggal, dengan pemakaman protokol kesehatan, karena kami sekeluarga punya etika baik yang tidak ingin terjadi sesuatu tindakan yang buruk.

Dan anehnya lagi, seperti ditulis Sulhaji pada rilisnya, kalau pun memang ini positif covid-19 dan sangat berbahaya, kenapa sampai sekarang rumah almarhum orang tuanya belum juga di semprot disinfektan.

” Semestinya harus cepat dilakukan saat almarhum dinyatakan positif langsung dilakukan seperti itu, bagaimana bisa memutuskan mata rantai kalau seperti itu,” tambah Sulhaji.

” Tapi tolong kami butuh penjelasan knp ini di katakan positif,..?,” tanya Sulhaji.

Sekarang kami ingin melakukan tahlilan (taksiah) untuk orang tua kami, agar banyak orang datang untuk mendoakannya, tapi kami merasa ragu untuk melakukannya, karena berita sudah tersebar kalau orang tua kami itu positif dan pasti orang orang akan merasa ragu datang, walaupun mereka ingin sekali datang di rumah almarhum untuk mendoakan bersama sama.

Karena mereka menganggap di rumah tersebut pasti masih ada virus Corona. Terima kasih Wassalam Sulhaji -( Suaedy )

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya