Ommale, Pabrik Pengolahan Aspal di Desa Pana Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang Akui Kekurangan

30 June 2020 12:13
Ommale, Pabrik Pengolahan Aspal di Desa Pana Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang Akui Kekurangan

BugisPos — Gerakan Aktivis Pemerhati Lingkungan Hidup (GA-PLH) gelar aksi demo ke PT Gangking Jaya di Desa Pana Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang Senin 29/06/2020

Bersama jajarannya aksi demo tersebut di kawal Polres Enrekang, Polsek Alla, Polsek Curio, Polsek Anggeraja dan Koramil – 04 Alla

Dalam aksi demo tersebut, ada beberapa tuntutan terkait isu sentral yang di angkat, cabut izin PT Gangking Jaya, dan harus bertanggung jawab kepada masyarakat sekitar atas polusi dan pencemaran limbah, dan di duga juga surat izin kadaluarsa

Sedangkan aksi demo ini, bukan hanya bertitik pada perusahaan pabrik aspal oleh PT Gangking Jaya, tapi kami juga ingin melakukan aksi demonstrasi ke Dinas Lingkungan Hidup dan di teruskan ke Kantor Bupati.

Dalam Orasinya di depan pintu masuk, meminta kepada pihak PT Gangking Jaya untuk menerima mediasi, mempertanyakan soal tuntutan kami, aksi demo pun diterima oleh pihak PT

Hadir dalam mediasi, di pimpin Kasat Intelkam Polres Enrekang Iptu Marten Ma’na, Kapolsek Alla Aiptu Sainal, Kapolsek Curio Aipda Maga, Kapolsek Anggeraja Aiptu Lukman, Koramil – 04 Alla Kapten Inf Muh Said, Kesbangpol Baharuddin, Kades Pana Yusran Yunus, Karyawan PT Gangking Jaya, dan perwakilan aksi demo

“Bung Anto, panggilan akrab Korlap Aksi demo, intinya mediasi pada kesempatan ini adalah masukan – masukan kami, berupa meminimalisir dampak yang terjadi pada masyarakat bahwa yang pertama, Cerobong Asap itu di buatkan semacam peredam, pembuangan limbah harus di perbarui dan dugaan izin kadaluarsa, serta memasang rambu hati – hati demi menjaga terjadinya kecelakaan dan meminta jangka waktu.

Sedangkan dari pihak PT Gangking Jaya mengucapkan terima kasih kepada teman teman dari Gerakan Aktivis Pemerhati Lingkungan Hidup atau aksi demo, yang menyampaikan aspirasinya secara baik tertib dan damai tentu kami sangat respon positif karena adanya mediasi penyampaian hal hal yang membangun buat kami, tuturnya

Dan kami juga akui kekurangan dan kehilapan bagi kami dan Insya Allah aspirasinya akan kami tindak lanjuti apa apa yang di sampaikan oleh aksi demo dalam hal mediasi ini, dan mengenai juga surat izin Gangguan atau ( HO ) Hinder Ordonnantie yang kadaluarsa, namun kami dari PT Gangking Jaya, meminta tenggang waktu paling lambat tiga bulan, pungkasnya.

Sedangkan kedua belah pihak PT Gangking Jaya dan aksi demo sepakat atas keputusan mediasi tersebut

Dan kami dari Gerakan Aktivis Pemerhati Lingkungan Hidup (GAPLH) akan terus mengevaluasi setiap minggu, artinya ketika masih ada keresahan dari masyarakat maka kami tidak segan – segan untuk turun lagi melakukan aksi demonstrasi dan intinya jika memang apa yang menjadi tuntutan kami tidak di indakan maka kami akan Boikot pabrik aspal atau Asphalt Mixing Plant (AMP) PT Gangking Jaya, tegasnya

Ditempat yang sama Kapolsek Alla Polres Enrekang Aiptu Sainal, mengatakan meminta kedua belah pihak dan kepada masyarakat mari kita jaga hubungan silaturahmi menjaga ketertiban dan keamanan di tempat kita masing – masing, “pungkas Kapolsek

Penulis : m.syafar

Editor : Zhoel

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya