Selama 18 Hari ka Kodong Jadi Wisatawan Covid-19

29 June 2020 23:38
Selama 18 Hari ka Kodong Jadi Wisatawan Covid-19
Oleh Andi Tenriola Rivai

BugisPos — Bermula dari swab yang saya lakukan pada Senin, 1/6/20 Kisah “wisata” saya pun dimulai. Kehidupan saya seketika berubah pada saat hasil swab saya keluar di tanggal 3 juni 2020. Hasil tersebut menyatakan saya positif covid-19.

Secara manusiawi, saya agak down saat mendengar berita ini, tapi sebagai orang yang beragama, saya berkata dalam hati ini adalah kehendak ilahi rabbi yang harus saya terima dengan ikhlas, tabah dan sabar. Hal ini pun saya jadikan sebagai obat dan sugesti untuk diri saya agar dengan ikhlas menerimanya dan menjalani treatment dengan baik.

Saya pun menjalani karantina di salah satu hotel bintang 4 yang ada di kota makassar pada hari jum’at tgl 5 juni.

Sesampai di hotel tsb, kami disterilkan dengan disinfektan, takut juga saya karena dihotel ada tentara, polisi, org berpakaian apd lengkap.

Pada saat kami diterima di lobby hotel, kami diberikan tata tertib selama menjalani wisata ini, disampaikan bahwa ada pendamping yg akan membantu kita. Dengan perasaan yang agak ragu dan was – was, bagaimana bentuk kamar di hotel, apakah sudah berubah konsep?

Tidak lagi seperti kamar hotel yang seperti yang kita tahu selama ini? Apakah dikamar hotel tsb akan tersedia alat infus, alat bantu nafas? Saya memasuki ruangan kamar saya sambil mengucapkan assalamu alaikum wr. Wb. Ternyata, kamar tsb seperti biasa, ma syaa allah, dan pada saat itu juga saya yakin akan sembuh karena betul slogan bahwa kita ini lagi wisata covid.

Sebetulnya, sebagai orang beragama saya selalu yakin bahwa apapun yang terjadi pada diri kita ada hikmahnya. Termasuk covid 19 yang saya alami.

Hari demi hari saya lewati karantina di kamar dengan berzikir, salawat, mengaji dan mentadaburi alqur’an. Saya merasa ibadah saya semakin meningkat. Doa yang saya panjatkan kepada allah juga tidak pernah putus, dan itu menjadi obat yang sangat berpengaruh untuk kesembuhan saya.

Namun, terkadang rasa sedih juga muncul. Hal itu memang sangat manusiawi. Hari-hari selama di karantina ini pun membuat perasaan saya campur aduk, dan membuat nafsu makan saya sedikit berkurang.

Terlepas dari hal tersebut, pelayanan dan kenyaman hotel tempat saya dikarantina sangat nyaman dan bersih. Setiap hari pakaian saya dilaundry-kan. Saya juga bisa menikmati hangatnya minum teh dan makan kue sambil mengisi waktu isolasi saya. Perlengkapan mandi pun diberikan secara lengkap dan cuma-cuma.

Selain itu, di sini kebutuhan gizi saya juga dipenuhi dengan baik. Pelayanan makanannya sangat baik. Beragam keperluan lain seperti air mineral juga dipenuhi setiap harinya. Sesekali ketika saya rindu dengan masakan rumahan, banyak sahabat dan keluarga yang mengirimkan makanan, kue, buah, dll. Hal ini merupakan hal yang sangat saya syukuri karena masih dikelilingi orang-orang yang sayang dengan saya.

Yang paling penting dari “wisata” ini adalah pelayanan tim covid 19 yang sangat bagus, termasuk para pendamping saya. Selama saya menjalani karantina, berbagai kegiatan dilaksanakan di hotel, seperti sosialisasi tentang pencegahan covid 19, stigma masyarakat tentang covid 19, dan tak ketinggalan pula materi dari psikolog yang menurut saya penting sekali dalam memberikan semangat kepada kami yang di karantina. Konseling dengan psikolog ini biasanya diberikan sebanyak dua kali dalam sepekan.

Namun demikian, ada hal yang masih perlu diperhatikan pada program penanganan covid-18 ini. Menurut kawan – kawan untuk sebagai masukan, kegiatan olah raga perlu dilakukan setiap hari dari jam 08.00 -09.00 supaya badan menjadi bugar dan mendapat sinar matahari cukup. Yang terpenting, kegiatan olah raga ini harus tetap memperhatikan protokol covid agar kita bisa merasa gembira bertemu dengan rekan lain.

Melalui tulisan ini, sebagai orang yang pernah merasakan covud 19, saya berharap agar seluruh saudaraku warga masyarakat sulawesi selatan dan indonesia pada umumnya, bisa betul-betul disiplin menerapkan protokol covid.jangan lupa untuk memakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan agar terhindar dari covid 19. Hal ini sangat penting, selain bisa menyehatkan badan juga dapat mengurangi perasaan stres karena di kamar terus. Saya yakin hal ini akan mempercepat proses kesembuhan bagi kami semua yang dikarantina.

Saya juga yakin dan percaya kalau masyarakat disiplin serta memberi dukungan ,komitmen dan kesungguhan pada pemerintah baik pusat maupun daerah, insya allah dalam waktu dekat indonesia terbebas dari covid 19, aaminn yra.

Setelah Menghabiskan Waktu Beberapa Hari Dikarantina Di Hotel, Tepat Pada Sore Jam 16.00 Saya Meninggalkan Hotel Dengan Ucapan Syukur Alhamdulillah Sujud Syukur Atas Kesembuhan Yg Diberikan Allah Swt. Aamiin Yra
Allhamdulillah Saya Dinyatakan Negatif Covid 19 Setelah Menjalani Swab Ketiga Pada Hari Sabtu Tgl 20 Juni, Dan Hasilnya Keluar Pada Hari Selasa Tgl 23 Juni.

Saya Berharap Kepada Seluruh Sahabat, Saudaraku Yang Masih Dikarantina Untuk Semangat Dan Menjaga Kondisi Tubuh Serta Selalu Berdoa Kepada Allah Swt ,Tuhan Yang Maha Kuasa Agar Disembuhkan Aamiin Yra🤲🤲🤲

Kepada Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan Khususnya Kepada Bapak Gubernur Beserta Ibu Dan Seluruh Tim Gugus Covid 19, Saya Ucapkan Terima Kasih Atas Segala Upaya Yg Dilakukan Untuk Menjadikan Daerah Sulawesi Selatan Terbebas Dari Covi 19, Dan Semoga Allah Swt Merahmati Dan Meridhoi Seluruh Usaha Kita Aamiin Yra.

Editor : ZHOELFIKAR

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya