FPII Korwil Sidrap Minta Penerimaan PPDB di Sekolah di Buatkan mi Surat Pernyataan Orang Tua Siswa

02 July 2020 20:29
FPII Korwil Sidrap Minta Penerimaan PPDB di Sekolah di Buatkan mi Surat Pernyataan Orang Tua Siswa
Ketua FPII Korwil Sidrap Risal Bakri

BugisPos — Dengan dimulainya PPDB tahun ini, dengan melihat sejumlah problema yang di hadapi guru di Sekolah, FPII Korwil Sidrap meminta kepada seluruh Kepala Sekolah dari semua tingkatan, baik di tingkat TK, SD, SMP hingga SMA/SMK sebaiknya di buatkan surat pernyataan Orang Tua/Wali Siswa untuk menyerahkan sepenuhnya kewenangan kepada Sekolah untuk dibina dan didik anaknya.

Hal ini muncul sehubungan dengan maraknya persoalan antara peserta didik dan guru berbuntut panjang hingga ke meja hijau, meski hal itu masih perlu dilakukan kekeluargaan.

Hal tersebut di sampaikan Ketua FPII Korwil Sidrap Risal Bakri saat di konfirmasi di salah satu Warkop di Pangkajene, Kamis, 2 Juli 2020.

Lanjut Risal Bakri, berharap Insiden ini tidak terulang lagi, mari bersama berpikir secara jerni, bahwa seorang guru takkan mungkin memberi hukuman kepada siswa tanpa di dasari dengan perbuatan atau tingkah laku siswa itu sendiri, dan boleh di kata bahwa hukuman seorang guru itu terhadap siswa adalah salah satu spirit dan motivasi siswa untuk berbuat yang terbaik kedepan.

Berdasarkan data yang kami peroleh, hampir semua Siswa yang pernah Nakal, sering mengganggu temannya saat belajar dan mendapat hukuman dari gurunya, semuanya menjadi orang yang hebat dan sukses, baik itu jadi PNS, TNI-Polri, Swasta dan bahkan jadi Bupati dan Gubernur, dan akhirnya setelah reuni ia menceritakan keunikannya sejak duduk di bangku sekolah.

Untuk itu kata Risal Bakri, PPDB tahun ini adalah momentum untuk mengevaluasi diri, baik itu peserta Didik dan orang tua didik, termasuk para Guru untuk duduk bersama dengan penuh kekeluargaan dan ke harmonisan, dalam pembinaan dan memberikan kewenangan penuh terhadap Sekolah untuk dididik anaknya, agar tidak terjadi kesalah pahaman, untuk itu perlunya musyawarah berazaskan kekeluargaan, untuk terciptanya rasa kebersamaan menuju pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.

Selain itu kata Risal Bakri, ia berharap kepada orang tua siswa untuk tidak terpancing dan terprovokator oleh pihak lain jika mendapatkan informasi sepihak, upayakan koordinasi langsung kepada kepala Sekolah dan Komite, dan selanjutnya ia juga berpesan kepada tenaga pendidik untuk tidak arogansi dalam memberikan materi atau pembelajaran, dan tidak pilih kasih kepada siswa, utamanya dalam pemberian Nilai Karna kedekatan, hal ini dapat memicu perselisihan yang menyebabkan timbulnya suatu persoalan.

Lanjut Risal Bakri mengatakan peran Komite di Sekolah sangat penting, untuk itu ia juga berharap kepada Komite Sekolah untuk sering-sering Kesekolah untuk memantau perkembangan yang ada, dan setidaknya memberikan informasi atau masukan ke Sekolah, terang Risal Bakri.

Sumber : Suriady

Editor : Zhoel

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya