Editor : Zhoelfikar

Ini mi Pesan Gubernur Untuk Pj Walikota 

05 July 2020 13:00
Ini mi Pesan Gubernur Untuk Pj Walikota 
Oleh Usdar Nawawi

BugisPos — Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah, saat melantik Prof Rudy Djamaluddin menjadi Pj Walikota Makassar, Jumat, 26 Juni 2020, memberi pesan tentang tiga hal, yakni ; 

  1. Selesaikan pandemi Covid-19. 
  2. Siapkan skenario pasca Covid-19
  3. Agar segera menyusun langkah-langkah optimalisasi PAD kota Makassar.

Memang hal ini adalah tugas maha penting yang diembankan gubernur ke pundak Pj Walikota Prof Rudy Djamaluddin. Dan tentu saja bisa diyakini, bahwa seorang Prof Rudy Djamaluddin akan mampu melaksanakannya sebaik mungkin. 

Prof Rudy Djamaluddin itu seorang profesional, kata gubernur Nurdin Abdullah kepada penulis melalui WhatsApp, 2 Juli 2020 lalu. Jangan ragukan kemampuan dia, sebab dia itu seorang profesional dalam menjalankan tugas, pekerjaan dan tanggung jawab.

Tugas pertama Prof Rudy, ialah merangkul semua stakheolder, utamanya RT/RW sebagai garda terdepan dalam melakukan edukasi dalam penyelesaian COVID-19. 

Dan memang di kota Makassar ini, peranan RT/RW itu maha penting dalam mensukseskan program pemerintah kota. Sukses pemerintah kota dalam segala hal, tak bisa mengenyampingkan peranan RT/RW. Merekalah ujung tombak pemerintahan di tengah geliat masyarakat dengan segala dinamikanya.

Tugas kedua soal menyiapkan skenario pasca COVID-19, adalah juga tugas maha penting bagi Prof Rudy, sebab sekian banyak masyarakat kita yang kehilangan pekerjaan di masa pandemi ini, terlebih di masa PSBB yang lalu. Dimana hal ini harus menjadi perhatian pemerintah kota, bagaimana mendorong pergerakan ekonomi di ibu kota Sulsel ini agar kembali sehat.

Pada tugas ketiga, gubernur berharap agar Pj Wali Kota Makassar bisa sedapat mungkin segera menyusun langkah-langkah untuk optimalisasi pendapatan asli daerah. 

Persoalannya ialah, di tengah COVID-19 ini, sumber pendapatan menurun drastis. Anjlok total. Bayangkan saja, PAD dari usaha hiburan saja yang selama ini miliaran rupiah per bulan, pada sepanjang Juni 2020 misalnya, pajak yang masuk kas daerah cuma Rp.1.200.000,- itu pun mungkin hanya bersumber dari kekurangan bayar pajak bulan sebelumnya. 

Sebab itulah kiranya gubernur Nurdin Abdullah mengajak Prof Rudy melakukan terobosan yang elegan, dengan mengelola kembali sumber pendapatan yang turun drastis itu, demi kembali mensejahterakan masyarakat kota Makassar.

“Sekali lagi saya titip ke Prof Rudy ini untuk bisa jadi perhatian” pinta gubernur Nurdin Abdullah sambil menatap mata Prof Rudy Djamaluddin, saat melantik Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Selatan ini sebagai Penjabat Walikota Makassar.

Kota Makassar sebagai wilayah episentrum utama penularan virus Corona di Sulsel, memang bukanlah tantangan yang ringan bagi seorang Pj Walikota untuk menuntaskannya. Makassar dengan penduduk 1,6 juta di malam hari, dan bisa mencapai jumlah orang yang mencari penghidupan di Makassar sampai 2,2 juta orang pada siang hari, adalah tantangan terberat dalam menuntaskan pandemi Covid-19 yang melilit-lilit itu.

Karena itulah agaknya, Prof Rudy langsung berfikir dan bertindak cepat, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Makassar, dengan melahirkan program yang spektakuler, yakni memberlakukan surat keterangan bebas Covid-19, bagi warga luar Makassar yang akan masuk ke Makassar.

Memang program ini menjadi bahan berbincangan yang serius di tengah masyarakat. Namun dukungan gubernur atas program ini cukup nyata. Sebab ternyata gubernur langsung mengumumkan soal rapid test gratis bagi masyarakat, termasuk bagi masyarakat luar yang akan masuk ke Makassar. Gubernur juga ingin agar daerah tetangga Makassar memberi dukungan nyata, agar warga mereka dilengkapi surat keterangan bebas Covid-19 sebelum masuk pintu gerbang kota Makassar.

Itu artinya, pemerintahan di era Pj Walikota Rudy Djamaluddin ini, mendapat support yang luar biasa dari gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. 

Semoga sukses ki Pak Pj Walikota Prof Rudy Djamaluddin, membawa Makassar keluar dari derita pandemi Covid-19, yang telah meluluh -lantakkan perekonomian dan kesehatan bagi warga kota Makassar. Nasib warga kota Makassar berada di pundak Prof Rudy Djamaluddin ***

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya