Masyarakat di Kecamatan Tayando Tam Maluku Tenggara Masyarakat Belum Nikmati ki Kodong Listrik dari PLN

05 July 2020 23:26
Masyarakat di Kecamatan Tayando Tam Maluku Tenggara Masyarakat Belum Nikmati ki Kodong Listrik dari PLN
Mahasiswa asal Kecamatan Tayando Tam, Ismit Banyal


BugisPos — Beberapa Desa di Kecamatan Tayando Tam Kabupaten Maluku Tenggara Provinsi Maluku setelah pemekaran wilayah sejak tahun 2007 Masyarakat yang berdomisili di pulau-pulau kecil belum menikmati penerangan listrik PLN. Maluku,05/07/2020.

Sekelompok mahasiswa dari Kecamatan Tayando Tam Kabupaten Maluku Tenggara Provinsi Maluku menyampaikan kondisi warga di Desa Langgiar, Yamtel dan Desa Tam sampai saat ini belum mendapatkan penerangan listrik ke Dewan Pimpinan Pusat ( DPP ) Badan Advokasi Investigasi Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (BAIN HAM RI ) di Citraland Celebes Makassar (Minggu,05/07) penyampaian mahasiswa di terima langsung oleh Alie AL-Hakim Departemen Ilmu Teknologi dan Komunikasi DPP BAIN HAM RI.

Salah satu Mahasiswa asal Kecamatan Tayando Tam, Ismit Banyal, Mengatakan, Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Disel sudah selesai bahkan sudah tidak terawat lagi dan mesin pembangkit listrik yang di harapkan sampai saat ini belum di adakan oleh Pemerintah sehingga warga menikmati penerangan lampu pelita untuk rumah tangga apa adanya selama ini.

Ismit Banyal mendesak Pemerintah Daerah dan Provinsi Maluku untuk menganggarkan pengadaan Mesin Listrik yang di harapkan masyarakat selama ini, kami di Maluku Tenggara butuh Listrik untuk kebutuhan sehari hari yang sama dengan daerah lainnya yang selama ini menikmati aliran listrik dari PLN.

Alie AL-Hakim dari Departemen IT & Komunikasi DPP BAIN HAM RI yang juga putera asal Maluku Meminta Pemerintah Pusat dan PT.PLN (Persero) agar memperhatikan masyarakat di beberapa pulau di Provinsi Maluku dengan mempercepat pengadaan mesin PLTD agar masyarakat menikmati desanya terang benderang dari aliran listrik PLN.

Pemerintah Pusat dan PT.PLN (Persero) agar segera meninjau daerah tersebut, pasalnya warga beberapa desa di Kecamatan Tayando Tam adalah juga warga Indonesia sesuai wilayahnya yang terdaftar di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang juga membutuhkan hak yang sama dengan masyarakat lainnya di Indonesia, tutup Alie Al-Hakim. (*)

Editor : Zhoelfikar

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya