Matemija, Kalung Antivirusnya SYL Disuruh Copot 

08 July 2020 11:30
Matemija, Kalung Antivirusnya SYL Disuruh Copot 
Mentan Syahrul Yasin Limpo

BugisPos – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) pekan ini, menjadi bahan perbincangan publik di tanah air yang ramai. Setidaknya ada tiga hal yang menjadi perhatian, pertama soal namanya disebut-sebut akan hilang dari posisi menteri, kedua, dia tak ikut dalam rombongan ke Kalimantan meninjau lokasi calon ibu kota, dan yang ketiga, dia disuruh buka kalung antivirusnya saat rapat dengan DPRI.

Meski demikian, SYL masih tetap saja terlihat santai, enjoy, seolah tak mau pusing dengan hal-hal yang menyangkut dirinya itu. Dia tenang-tenang saja dalam kondisi seperti itu. Boleh jadi SYL berprinsip, jabatan itu Cuma seperti daki. Kalau tak ditinggalkan, maka jabatan yang akan meninggalkan.

Seperti dilansir dari media IDEAtimes.id, Jakarta, Kementerian Pertanian menggelar Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR, Selasa, 7/7/2020.

Dalam rapat yang dihadiri oleh Mentan Sahrul Yasin Limpo itu, salah seorang Anggota DPR mendadak melayangkan protes.

Protes tersebut dilayangkan oleh Mindo Sianipar, Politisi PDI Perjuangan, soal kalung yang digunakan oleh SYL.

Ia menyuruh SYL mencabut kalung yang disebut-sebut sebagai anti virus corona itu.

“Jadi kalau bapak pakai itu sekarang tolong dilepas, mohon televisi itu jangan dishoot, nanti masyarakat jadi pakai itu,” kata Mindo Sianipar, sembari menunjuk ke arah SYL.

Selain tidak yakin dengan kalung itu, Mindo juga khawatir masyarakat ikut menggunakan kalung tersebut.

“Bapak nanti buat statemen nanti dibully seperti halnya sekarang, bapak mendapatkan informasi dari staf bapak kalung antivirus. Secara teknologi saya enggak yakin itu pak, teknologi antivirus itu” lanjut Mindo.

Rapat kerja yang diagendakan membahas laporan mengenai program strategis kementerian dalam rangka pertahanan pertanian di tengah situasi krisis pandemik virus corona baru (Covid-19) itu.

Semakin heboh ditambah kritikan dari Anggota Komisi IV lainnya dari Fraksi Demokrat, Suhardi, yang meminta Kementan tidak usah sampai mengurusi urusan Kemenkes, namun fokus pada ketahanan pangan.

“Ini sama halnya saya kira kalau obat-obatan harus masuk uji klinis, farmasi dsb. Saya kira ini tupoksinya Kemenkes,” tegas Suhardi (**)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya