Rusdin Muchtar Melawan ki di Pengadilan

16 July 2020 22:04
Rusdin Muchtar Melawan ki di Pengadilan
Ir. Rusdin Muchtar, MM, Redaktur Khusus media BugisPos.com

BugisPos — Ir. Rusdin Muchtar, MM, Redaktur Khusus media BugisPos.com, hari-hari ini sedang sibuk melakukan perlawanan hukum di Pengadilan Negeri Makassar.
Rusdin Muchtar turun ke pengadilan untuk membela hak-hak keperdataan isterinya, Sitti Nurjaya, yang digugat perdata oleh pria bernama Agus Salim dalam perkara perdata nomor 10/Pdt.G/2020/PN.Mks.
Sitti Nurjaya ditempatkan sebagai tergugat 3 dari sejumlah tergugat atas nama Abd. Rasyid dkk.
Pekan lalu, Rusdin Muchtar dalam eksepsinya di Pengadilan, secara gamblang membantah seluruh dalil gugatan Agus Salim.
Pada salah satu poin perlawanan Rusdin, ialah gugatan penggugat itu salah objek, karena letak, luas dan batas-batas objek sengketa, serta bukti-bukti hak yang dijadikan dasar gugatan, adalah tidak benar sebagaimana fakta-fakta yang sebenarnya.
Penggugat tidak memiliki hubungan hukum dan tidak punya legal standing terhadap objek perkara.
Menurut Rusdin Muchtar, tanah milik Mana bin Baco orang tua tergugat 1, dan tanah yang dibeli tergugat 3, dahulu adalah tanah milik Kamali Dg Tulo bin Sumang berdasarkan akte jual beli di PPAT Camat Panakkukang. Karena itulah Rusdin Muchtar mengungkap Yurisprudensi Mahkamah Agung RI No.639 K/Sip/1975 tanggal 28 Mei 1977, bahwa bila salah satu pihak dalam suatu perkara tidak ada hubungan hukum dengan objek perkara, maka gugatan tidak dapat diterima.
Rusdin Muchtar kepada Redaksi BugisPos mengatakan, sebetulnya gugatan Agus Salim ini, sebelumnya sudah kalah di pengadila. Tetapi yang bersangkutan kembali lagi menggugat atas objek gugatan yang sama. Dan sangat mungkin pada gugatannya yang kedua ini, kembali akan dinyatakan kalah di pengadilan.
Namun demikian, Rusdin Mauchtar tetap akan mengikuti proses pengadilan, dan menyerahkan sepenuhnya pada putusan hakim kelak.
Rusdin merasa heran juga atas langkah Agus Salim ini yang memasukkan Sitti Nurjaya menjadi tergugat 3. Sebab sejak meninggalnya Addi bin So’na tahun 1943 kakek dari Agus Salim, kurang lebih 77 tahun lalu, tidak pernah ada yang keberatan. Kenapa mesti baru sekarang Agus Salim menggugat.
Kata Rusdin, sesuai pasal 1967 BW, semua tuntutan hak itu sudah hapus karena kadaluarsa setelah melampaui waktu 30 tahun. Hal ini juga diperkuat dengan RVJ Jakarta 13 Januari 1939, bahwa menduduki tanah selama 20 tahun tanpa ada gangguan, sedang pihak lawan selama itu membiarkan keadaan demikian, adalah persangkaan berat bahwa pendudukan itu adalah berdasarkan hukum (**)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya