Toa Tojeng mi Linoa di Bone Anak Sendiri Diperkosa Hingga Hamil

30 July 2020 17:56
Toa Tojeng mi Linoa di Bone Anak Sendiri Diperkosa Hingga Hamil

BugisPos– sungguh tidak bermoral seorang ayah berinisial P (57) di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan tega memperkosa anak kandungnya sendiri berinisial RF (14).

Dari hasil pemeriksaan tes kehamilan senin 27/7/2020, korban dinyatakan positif hamil 4 bulan.

Dalam hal ini Kasatreskrim Polres Bone, AKP Ardy Yusuf kepada awak media mengatakan pelaku dicabuli dua kali. Kejadian tersebut terjadi sekitar awal April lalu.

Dari keterangan pelaku, kata Ardy (panggilan akrab Kasatreskrim Polres Bone) pelaku memperkosa anaknya dengan diiming-imingi uang 1 juta untuk membeli handphone. Sehingga korban menuruti permintaan pelaku.

Sementara dari keterangan korban, ia diancam dengan menggunakan keris oleh pelaku jika tak menuruti keinginannya. Korban saat itu sedang tidur, tiba-tiba pelaku masuk ke kamar korban. Saat kejadian sang ibu sedang berada di kebun.

Terkait kejadian tersebut, Aktivis Perempuan dan Anak Kabupaten Bone, Martina Majid meminta pelaku dihukum seberat-beratnya.

“Kasihan adik kita yang menjadi korban pencabulan yang membuatnya hamil 4 bulan, maka dari itu kami terus akan melakukan pendampingan terhadap korban begitupun dengan pendampingan proses hukumnya.” ungkapnya.

Martina Majid berharap pelaku harus dikenakan pasal berlapis, yakni Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

“Ancaman hukuman pelaku 15 tahun penjara. Ini bisa naik mengingat pelaku merupakan orangtua kandung,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Pemerhati Anak Sulsel, Makmur. Ia menyayangkan kejadian seorang ayah yang tega memperkosa anak kandungnya.

Makmur pun meminta Kapolres Bone untuk mengusut tuntas kejadian yang menimpa korban.

Ia menjelaskan pelaku bisa dikenakan Pasal 81 Ayat 1 dan 3 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 dan Perubahan Undang-Undang 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dalam Pasal 81 Ayat 1 juncto Pasal 76 D Undang Undang Perlindungan Anak disebutkan sanksi pidana penjara 15 tahun dan denda Rp 5 miliar.

Ancaman pelaku bisa bertambah jika dijerat lagi dengan Pasal 81 Ayat 3 Undang-Undang Perlindungan Anak.

“Dalam pasal tersebut dijelaskan, tindak pidana sebagaimana dimaksud pada Ayat 1 dilakukan oleh orang tua, wali, pengasuh anak, pendidik, atau tenaga kependidikan, maka pidananya ditambah 1/3 dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada Ayat 1,” jelasnya.

Sumber : (D’Palallo)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya