Iyanae, Kerukunan Keluarga Besar Solo Akan Bahas Rumpun Solo

03 August 2020 23:23
Iyanae, Kerukunan Keluarga Besar Solo Akan Bahas Rumpun Solo
Andi Arifin Petta Ambarala

BugisPos- Rumpung keluarga dari satu garis keturunan Lammataiya Petta Ngasing Pabbicara Solo berkumpul dalam sebuah acara silaturahmi yang dirangkaikan dengan acara pertandingan olahraga seperti Bola Volly, Sepak Takrow, Bola Mini dan Pertandingan domino.

Acara olahraga ini sendiri diikuti dari rumpun keluarga perwakilan Makassar, Bone, Solo serta Padaiyah.

Menurut penggagas acara Andi Arifin Petta Ambarala kepada Bugis Pos.com bahwa kebiasaan ini merupakan Halal bil Halal dirangkaikan kegiatan olahraga selama 2 hari dengan tujuan lebih mempererat tali silaturahmi sesama rumpun keluarga.

Katanya lagi, rumpun keluarga dari Pabbicara Solo sudah menyebar sudah ada ribuan orang yang berdomisili di luar kampung Solo, mereka berdatangan mengunjungi kampung halamannya, yang menurut dia sementara juga digagas menjadi Kampung Budaya (berbudaya serta beradat) dengan motto getteng,lempu.na’ada tongeng,ungkap Andi Aripin Senin,3/08/2020.

Menengok sejarah masa lalu, Andi Aripin menceritakan bahwa kekuasaan Lammataiya Petta Ngasing pada tahun 1905, di Kampung Solo sekarang ini sudah terbagi 2 desa yakni Desa Liliriattang dan Desa Waekecce’e Kecamatan Lappariaja,urainya.

Tambah dia, sekarang ini 2 desa dalam proses pembahasan di DPRD Kab.Bone setelah aspirasi warga yg bermukim di Desa Liliriattang mengajukan permohonan ke pemerintah kabupaten ( DisDukCapil) untuk pindah administrasi ke Desa Waekecce’e atau solusi pergeseran batas wilayah.

Pertimbangan alasan menurut Andi Arifin yang juga aktivisis pemerhati korupsi sebagai Ketua DPD Lembaga Badan Pemantau Korupsi Penyelenggara Negara Republik Indonesia ( BPKP NKRI) Kabupaten Bone bahwa penyatuan rumpun ini dalam 1 pemerintahan akan lebih memudahkan dalam pengembangan pelayanannya, pemberdayaan, budaya, agama dan potensi ekonomi serta kearifan lokal yang ada dikampung tersebut, untuk itu dirinya berharap agar pemerintah kabupaten dapat merespon keinginan 2 wilayah desa menjadi satu wilayah administratif.

Lanjut Andi Arifin mantan aktivis mahasiswa diera 80-an baik di internal kampus UMI Makassar, dia aktif di HMI.

Bulan September nantinya akan digelar acara Mappajala di Sungai Walannae perbatasan Ponre,Libureng, Lappariaja, saat moment inilah rumpun keluarga kampung Solo akan berkumpul membahas rencana kampung Solo akan dijadikan kampung budaya.
Keinginan kuat menyatukan 2 desa dalam satu rumpun, Andi Aripin mendapat respon yang kuat dari Andi Baso Hamid Pengurus Perkumpulan Wija Tomanurung Sulawesi.

Dan dalam waktu dekat ini Andi Arifin Petta ambarala akan berlanjut sowan kePengurus Wija Tomanurung, Ketua Dewan Adat Bone Andi Baso Hamid, semoga melalui komunikasi yang baik aka nada respon cepat dari Pemerintah, dan kami akan bergerak untuk berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone,tutup Andi Arifin.

Adapun anggota Kerukunan Keluarga Besar Solo dari berbagai Perwakilan yang tersebar di beberapa daerah diantaranya; Jakarta Andi Taufik/Andi Tati, Kalimantan Andi Harun Muin/Andi Nurlelah, Sulawesi Tengah Andi Muh Yusuf M/Hj. Andi Rohani, Sulawesi Utara Andi Salman/Andi Usman, Sumatera Anak Andi Suleman, Bone Andi Hafid M, Andi Sainuddin, Andi Juhasmi, Andi Rahmawati, Andi Harun Nur, Andi Arifin dan Makassar Andi Herlin/Andi Sayang.

Penulis : Sadli

Editor : Zhoelfikar

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya