Subhanallah, Pekat-IB Makassar Kunjungi ki Anak Penderita Gizi Buruk di Dg. Tata

14 August 2020 13:57
Subhanallah, Pekat-IB Makassar Kunjungi ki Anak Penderita Gizi Buruk di Dg. Tata
Dewan Pimpinan Daerah Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (DPD PEKAT IB) Makassar mengunjungi Muhammad Aidil (13) remaja penderita gizi buruk

BugisPos- Sebagi bentuk kepedulian kepada sesama, Dewan Pimpinan Daerah Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (DPD PEKAT IB) Makassar mengunjungi Muhammad Aidil (13) remaja penderita gizi buruk di Jalan. Dg Tata 3, Jumat (14/8/2020).

Aidil tinggal bersama orang tuanya Adi Dg. Sila serta ibunya Juniati dan adiknya dengan neneknya yang juga menderita lumpuh.

Menurut Ketua Pekat IB Makassar, Eddy Sapoetra usai mengunjungi Aidil merasa prihatin melihat kondisi anak tersebut.

Bukan itu saja, rumah yang ditempati oleh keluarga Aidil sangat tidak layak, didalam rumah, nyaris tidak ada perabotan. Mereka tinggal berlima dengan pencari nafkah bertumpu pada ayah Aidil saja. Didalam rumah kontrakannya, mereka hanya membuat bale-bale sebagai alas tidur karena mereka tidak memiliki kasur.

Beban orang tua Aidil bertambah, karena nenek Aidil juga lumpuh dan tidak bisa berbuat apa-apa. Semua semakin susah karena sulitnya lapangan pekerjaan yang ada saat ini.

“Setelah melihat langsung kondisi Aidil yang lemah dan tidak sesuai dengan kondisi remaja seusinya, saya selaku Ketua Pekat ib Kota Makassas dan anggota yang lainnya sangat prihatin,” ucapnya

“Melihat kondisi seperti ini saya sangat sedih. Ternyata di Makassar masih ada yang terkena gizi buruk atau busung lapar. Bayangkan saja, untuk anak seusianya beratnya seharusnya 50 kilogram, tapi sekarang cuman 20 kilogram. Artinya anak ini tidak mendapat asupan gizi yang memadai,” ungkapnya prihatin.

“Saya harapkan peran pemerintah, utamanya Pemerintah Kota Makassar agar lebih konsen dengan kasus-kasus seperti ini. Walaupun mereka keluarga pendatang dari daerah tapi sebagai pemilik wilayah pemerintahan wajib memberikan bantuan,” bebernya.

“Saya minta peran Dinsos Makassar, Camat, Lurah serta RT dan RW perlu peka untuk kasus-kasus seperti ini. Jangan sampai, nanti beritanya viral di medsos baru mereka diperhatikan,” tegasnya.

Menurut Edhy Saputra, pemberian donasi ini dapat terlaksana berkat kolektifitas kantong pribadi anggota yang di kemas dalam rangkain ” PEKAT IB Jum’at Berbagi”.

“Meskipun situasi belum stabil saat ini kami dari anggota Pekat IB memberikan bantuan donasi kepada Muh.Aidil yang terkena penyakit polio sejak 1 tahun dan Gizi buruk di usia 12 tahun kondisi lumpuh dan tidak bisa bicara. ini merupakan rangkaian ” PEKAT IB Jum’at Berbagi dengan sesama membutuhkan. meskipun belum bisa dibesuk di Rumah Sakit, kami dari anggota Pekat IB langsung saja menuju ke rumah Muh. Aidil bertemu langsung kepada orang tuanya,” jelasnya.

Mendapat kunjungan tiba-tiba dari Pekat IB Makassar, orang tua Aidil merasa kaget bercampur haru karena bebannya cukup terkurangi dengan bantuan donasi dari Pekat.

Untuk diketahui, orang tua Aidil ini, pekerjaan sehari-harinya adalah buruh bangunan yang ketika pandemi corona melanda, nyaris dia tak bisa menafkahi keluarganya.

“Kami selaku orang tua dari Muh. Aidil banyak-banyak terima kasih kepada Pekat IB Kota Makassar yang telah memberikan bantuan donasi buat anak kami yang terkena penyakit, kami doakan semoga ormas Pekat IB dan keluarga besarnya di luaskan rezekinya dan disehatkan badannya dan dibalas kebaikannya” doanya.

Penulis: Agung

Editor : Zhoelfikar

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya