Tallewa’na, Istri Minta Jatah Intim 9 Kali Sehari

26 August 2020 10:56
Tallewa’na, Istri Minta Jatah Intim 9 Kali Sehari

BugisPos — Rumah tangga yang berujung perceraian di pengadilan, alasannya cukup beragam. Namun semua itu bisa dipahami dan diterima oleh akal sehat.

Ada yang cerai karena salah satu dari pasangan itu selingkuh, atau karena faktor ekonomi, atau karena faktor keluarga, atau karena suami menikah lagi dengan wanita lain, atau karena suami pengangguran, ada juga karena suami atau isteri tidak mendapatkan kepuasan batin atau urusan ranjang.

Ya macam-macam alasan yang menjadi dasar munculnya gugatan cerai di pengadilan.
Namun latar belakang munculnya gugatan cerai pada kasus yang satu ini, memang sungguh mengejutkan. Memang karena persoalan
kepuasan batin, urusan ranjang.

Tetapi terasa urusan ranjangnya adalah hal yang tak biasa. Ini luar biasa. Inilah yang terjadi pada pasangan di Tulungagung, Jawa Timur.

Sang suami menggugat cerai istrinya karena tidak kuat menuruti kemauan sang istri, yang tiap hari meminta berhubungan intim sebanyak sembilan kali.

” Alasan klien saya ini dia tidak kuat melayani istrinya yang meminta jatah hubungan intim sehari hingga sembilan kali dan rutin, kecuali saat menstruasi” ungkapnya Moh Hufron Efendi, pengacara pria yang mengajukan gugatan cerai tersebut, dikutip dari  Jatimtimes , Selasa 18 Agustus 2020.

Pria yang menjadi klien Hufron itu berasal dari Kecamatan Boyolangu. Saat berkonsultasi, kata Hufron, pria itu tampak frustrasi karena istri yang sebenarnya masih dia cintai, selalu meminta jatah hubungan intim kali sehari.

Awalnya, pria itu berusaha memenuhi permintaan sang istri dengan segala cara, termasuk meminum jamu penambah stamina.

“Berbagai macam cara dilakukan, termasuk menambah stamina dengan rutin minum jamu agar istrinya terlayani kemauannya,” papar Hufron.

Tapi rupanya jamu kuat saja tak cukup untuk mengimbangi nafsu sang istri. Pria itu tetap saja kewalahan di atas ranjang. Karena itulah dia
memutuskan menggugat cerai sang istri ke pengadilan.

“Nah, akhirnya setelah curhat itu saya yakinkan bahwa alasan cerai itu bermacam-macam dan dia yakin dengan keputusannya mengajukan
talak ke istrinya,” terang Hufron.
Sebagaimana kasus perceraian lain, sidang kasus ini juga digelar tertutup. Menurut Hufron, saat sidang beberapa kali tampak kikuk.
Apalagi, saksi yang dihadirkan tidak mungkin mengetahui permasalahan privat suami istri itu. Jadi saat sidang terasa kaku. Alasannya agak berbelit dan mengundang
tawa para hakim juga,” papar Hufron.

Tak hanya para hakim, Hufron pun banyak tertawa mendengar keterangan-keterangan dalam sidang itu.
” Alhamdulillah lega, kasus yang membuat saya harus berpikir sekaligus
membuat perut saya sedikit kaku karena menahan tawa,” kata dia.

Setelah semua argumen disampaikan dari kedua belah pihak, hakim mengabulkan pemohon Bagus (nama samaran) dan perceraian dinyatakan sah setelah ikrar talak.
Pasangan ini masih muda, berangkali memang kebutuhan batinnya tinggi.

Jadi kita bisa memahami dan semoga masing-masing mendapat pasangan lagi yang lebih serasi dan seimbang, harap Hufron.
Sementara itu, mantan pasangan suami istri yang baru lima bulan membina rumah tangga itu, tidak mau memberikan komentar apapun
terkait penyebab perceraian mereka (**)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya