Seleksi Kepala SMA/SMK, Tidak Sejalan ki Keinginan Gubernur

04 September 2020 12:22
Seleksi Kepala SMA/SMK, Tidak Sejalan ki Keinginan Gubernur
Usdar Nawawi

BugisPos – Rencana Dinas Pendidikan Sulsel yang kini dinakhodai Prof  Muhammad Jufri, yang akan melakukan seleksi pengangkatan kepala sekolah untuk jenjang SMA/SMK se-Sulsel, ditanggapi Usdar Nawawi, ketua Nurdin Abdullah Community (NAC) Sulsel, Jumat, 4/9/20.

Menurut Usdar Nawawi, rencana Disdik Sulsel melakukan seleksi kepala sekolah, itu sudah tidak sejalan dengan keinginan gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah.

Seharusnya Kadisdik Sulsel konseken menjalankan keinginan gubernur, dengan mengembalikan kepala sekolah atau pun guru SMA/SMK ke tempat mereka bertugas sebelumnya, dengan pertimbangan dekat dengan tempat tinggal mereka.

Kata Usdar, publik telah mengetahui, bahwa saat Asri dilantik menjadi Plt Kadisdik Sulsel, gubernur sudah mewanti-wanti agar para kepala sekolah yang dimutasi jauh dari rumah mereka, agar segera dikembalikan ke tempatnya semula.

Begitu juga saat melantik DR Basri menjadi Plt Kadisdik, gubernur juga mempertegas, agar Basri segera mengembalikan para kepala sekolah yang dulunya dimutasi jauh dari rumah mereka.

Ketika Prof  Muhammad Jufri dilantik menjabat Kadisdik Sulsel yang defenitif, lagi-lagi gubernur menekankan agar Jufri segera mengembalikan para kepala sekolah ke tempat mereka semula.

Namun yang mengherankan, sesal Usdar Nawawi, mengapa Kadisdisk tiba-tiba memunculkan wacana seleksi kepala SMA/SMK. Padahal perintah gubernur adalah mengutamakan lebih dulu mengembalikan penempatan kepala sekolah yang pernah dilempar jauh dari rumah mereka.

Usdar Nawawi kepada media ini mengatakan, dirinya mulai curiga terhadap Kadisdik Sulsel yang baru ini, jangan-jangan punya niat kurang baik dengan ingin mempermalukan gubernur. Faktanya, mengapa pesan gubernur saat melantik Jufri sampai disengaja dibuat tak sejalan dengan pesan gubernur tersebut, yang justeru mewacanakan melakukan seleksi.

Menurut Usdar Nawawi, dengan melakukan seleksi kepala sekolah, itu dapat diartikan dengan sengaja menenggelamkan keinginan gubernur,  yang berkehendak mengembalikan kepala sekolah ke tempat mereka semula.

Selain itu, kata Usdar, dengen melakukan seleksi kepala SMA/SMK, itu akan menimbulkan persoalan baru. Hasil seleksi belum tentu akan lebih baik dibanding dengan kepala sekolah yang sekarang. Proses seleksi juga belum tentu dapat dipercaya objektifitasnya. Sebab bisa saja dapat diduga pada proses seleksi itu nantinya, akan mucul calon kepala sekolah titipan, atau akan muncul permainan bernuansa nepotisme ataupun suap-menyuap antara calon kepala sekolah dengan pihak-pihak tertentu.

Dengan melakukan seleksi kepala sekolah tersebut, kata Usdar,  itu artinya seluruh kepala sekolah yang bertugas saat ini akan terancam turun dari jabatan sekapala sekolah. Dan itu artinya pula juga akan menimbulkan persoalan baru (**)

Editor : Zhoelfikar

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya