Oleh : Usdar Nawawi

Pilkada Siagang Covid-19

24 September 2020 12:17
Pilkada Siagang Covid-19

BugisPos — Pilkada serentak 2020 di seluruh Indonesia, telah dijadwalkan oleh KPU, akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020. Yang tentunya dalam situasi pandemi Covid-19.

Jadwal pemungutan suara tanggal 9 Desember itu, sebetulnya sudah merupakan jadwal hasil penundaan dari penetapan jadwal pemungutan suara sebelumnya. Hal itu disebabkan karena pandmei Covid-19.

Dengan penetapan jadwal pemungutan suara 9 Desember 2020 itu, banyak lagi yang protes, dan mendesak agar Pilkada ditunda, lantaran pandemi Covid-19 masih saja berlangsung dan semakin banyak yang tertular dan meninggal.

Persoalannya ialah, apakah karena pandemi ini, maka Pilkada 9 Desember itu nanti harus ditunda lagi? Apakah karena pandemi ini, Pilkada yang belakangan ini sudah menghabiskan biaya besar utamanya bagi para kontestan, mesti lagi ditunda lantaran Covid-19?

Padangan saya, bahwa penundaan Pilkada lantaran pandemi, adalah pendapat yang kurang tepat. Adalah keputusan yang merugikan. Merugikan para kontestan yang telah membuang ongkos demikian besar.

Bila kita berpatokan pada pandemi, maka Pilkada dapat dipastikan tak akan pernah dijalankan dalam waktu yang lama. Lantas yang rugi siapa? Coba pikir, istilah Cak Lontong.

Sesungguhnya ya Pilkada dijalankan saja, tetapi dengan protokol kesehatan yang ketat, yang disiplin. Peseta pilkada, para tim pemenangan, tim relawan, simpatisan dan masyarakat umum, semua wajib menaati protokol kesehatan. Mereka yang tak menaati protokol kesehatan, itu artinya mereka memanglah mendekati Covid-19.

Memandang enteng, dan di Sulsel ini, seolah kehadiran pandemi ini dianggapnya ejang tompi na daoang.
Nanti tertular barulah mereka percaya bila pandemi ini benar adanya. Dan memang ada karena sudah

banyak nyawa yang terenggut lalu dimakamkan di Macanda.

Pj Walikota Makassar Rudy Djamaluddin bahkan sudah menerbitkan Perwali yang mengatur soal protokol kesehatan, tetapi faktanya di lapangan, masyarakat kita tetap saja terlihat cuek-cuek saja. Mereka tetap saja makan di warung, kumpul di tenpat tertentu, belanja di mall, tanpa peduli menjalankan protokol kesehatan, utamanya pakai masker dan jaga jarak.
Sampai kapan masyarakat kita akan seperti itu? Tentu kita tak akan tahu, sama saja dengan ketidathuan kita tentang kapan akan berakhirnya pandemi Covid-19 ***

Editor : ZHoelfikar

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya