LAPMI Makassar Gelar ki Webiner Bersama Humas Polda Sulsel

15 October 2020 23:32
LAPMI Makassar Gelar ki Webiner Bersama Humas Polda Sulsel
Kegiatan Webinar yang dilaksanakan terkait pengesahan UU Umnibus Law yang saat ini menajadi perbincaan publik di seluruh penjuru Negri

BugisPos — Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) Cabang Makasar mengelar kegiatan di tengah Pandemi, kegiatan Webinar dengan mengangkat tema “Sesuaikah Tindakan Refresif Dalam Aksi Unjuk Rasa?” melalui aplikasi Zoom, Kamis, (15/10/20).

Kegiatan Webinar yang dilaksanakan terkait pengesahan UU Umnibus Law yang saat ini menajadi perbincaan publik di seluruh penjuru Negri.

Arif Wangsa, yang juga Direktur LAPMI Makassar menuturkan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk prihatin terhadap Insiden Represif yang sering dirasakan para kangan Mahasiswa saat menggelar aksi Demostrasi.

“Kegiatan ini sebagai bentuk konfirmasi kepada beberapa Instasi terkiat atas beberapa insiden dugaan kekerasan yang meliputi aksi demonstrasi di kalangan mahasiswa,” tutur Arif Wangsa.

Bukan hanya itu Arif pun mengingatkan bahwa kebedaan media sebagai Pilar ke 4 Demokrasi, juga menjadi cacatan penting yang sering menjadi sasaran dari oknum Polisi.

“Bukan hanya Mahasiswa yang mandapat tindakan Represif, tetapi sering di temukan juga para wartawan yang menjadi bulan bulanan polisi,” cetusnya yang juga moderator dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu Dr.Fahri Bachmid SH MH, yang juga salah satu narasumber menyebutkan bahwa,
tindakan Represif aparat pada saat menagani masa aksi demo yang menolak Omnibus Law menjadi perhatian seluruh masyarakat Indonesia, sehingga pihak kepolisian harus memahami Perkap pengamanan sesuai aturan.

“Ada hal hal yang harus di pedomani Kapolri sesuai dengan aturan yang sudah di tetapkan peraturan Kapolri (Perkap) no 16 tahun 2006, dengan beberapa poin larangan yang di maksud pada pasal 6, Bersikap arogan dan terpancing oleh perilaku massa, melakukan tindakan kekerasan yang tidak sesuai dengan prosedur, membawa peralatan di luar peralatan Dalmas, membawa senjata tajam dan peluru tajam, keluar dari Ikatan Satuan/Formasi dan melakukan pengejaran massa
secara perorangan, mundur membelakangi massa pengunjuk rasa, mengucapkan kata-kata kotor, pelecehan seksual/perbuatan asusila,
memaki-maki pengunjuk rasa; dan, melakukan perbuatan lainnya yang melanggar peraturan,” salut Fahri.

Hal ini pun langsung mendapat respon dari Kabid Humas Polda Sulsel, yang menilai bahwa, tindakan Represif yang sering dirasakan para Demostrasi tidak lebih sebagai bentuk Pengamanan di tengah masyarakat, adapun tindakan kekerasan itu akan menjadi perhatian Propam untuk mengawasi kinerja Polisi.

” Dalam prosedur pengamanan memang tidak jarang di temukan tindakan oknum polisi, bertindak berlebihan sehingga jika mamang terbuki akan mendapat sangsi yang tegas,” cetus Ibrahim Tompo.

Bukan hanya Mahasiswa dan Wartawan, tetapi beberapa hari yang lalu seorang orang dosen menjadi bulan bulanan polisi saat pengamanan unjuk rasa yang terjadi di depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI).

” Beberapa hari yang lalu kami menerimanya laporan langsung dari AM (27), seorang dosen UMI yang menjadi bulan bulan polisi saat melalukan pengamanan penolakan UU Umnibus Law beberapa hari yang lalu, dan ini kami akan terus mengawal dan melaporkan Insiden ini ke pihak yag berwajib, dan pihak polisi harus Tranparan dalam melakukan proses peyelidikan,” harap Abdul Azis Seleh yang juga ketua PBHI Sulsel.

Dalam kegiatan ini di hadiri beberapa nerasumber di antaranya perwakilan Polda Sulselbar, Ibrahim Tompo Kabag Humas Polda Sulsel, Dr.Fahri Bachmid S.H M.H (Akademisi Universitas Muslim Indonesia), Abdul Azis Saleh (Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia PBHI Sulsel), dan Syahban Sartono yang juga ketua Institut Jurnalis Kemanusiaan.

Kegiatan ini di hadiri puluhan peserta Webinar dari berbagai cabang dan daerah di luar Makassar.(rls/tim)

Editor : ZHoelfikar

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya