Tauwwa, PCNU Makassar Gelar Pengkaderan Ulama Syuriah

17 October 2020 22:05
Tauwwa, PCNU Makassar Gelar Pengkaderan Ulama Syuriah

BugisPos – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Makassar menggelar kegiatan Pendidikan dan pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) ke I di Hotel Jolin Makassar Sabtu (17/10).

Kegiatan ini di ikuti utusan kepengurusan Syuriah PCNU Kota Makassar, utusan Syuriyah dari MWC NU dari 15 Kecamatan, Lembaga, Badan Otonom dan utusan pondok pesantren.

Turut hadir pada pembukaan PPWK I ini antara lain, Anregurutta KH. Sanusi Baco, Lc, Anregurutta KH. Baharuddin HS, Dai Kondang Ustad H. Nur Maulana, Sekretaris PCNU Kota Makassar Usman Sofian, sejumlah undangan diantaranya dari Hadidjah Samad Branch Manager Bank Mega Syariah Makassar l, Bosowa Foundation yang di wakili H. Muslim Salam dan sejumlah ulama dan pengurus PCNU dan MWC NU Kecamatan se Kota Makassar.

Sementara itu Koordinator Fasilitator PPWK Dawrah I Dr. KH. Afifuddin Harisah menegaskan bahwa PPWK ini diselenggarakan salah satu alasannya untuk membentengi NU dan jamiyahnya, hal ini mengingat
warga Nahdliyyin itulah adalah emas yang harus di bentengi dan Syuriyah adalah menjadi bentengnya.
Ia menyebutkan peserta yang mengikuti PPWK ini
akan di karantina hingga 4 hari dan nantinya secara berjenjang akan mengikuti PPWK Dawrah 1, Dawrah II dan Dawrah III hingga layak menjadi ulama Syuriyah.

Pada kesempatan pembukaan pengkaderan Ulama Syuriyah ini, Rais Syuriyah NU Kota Makassar Anregurutta Dr. KH.Baharuddin,HS menyematkan tanda peserta secara simbolis kepada peserta PPWK Dawrah I.

Gurutta juga menyerahkan KartaNU (Kartu Anggota NU) secara resmi kepada Branch Manager Bank Mega Syariah Makassar Hadidjah Samad, Dai Kondang Ustad H. Nur Maulana, H. Muslim Salam Bosowa Foundation.

Sementara itu Rais Syuriyah PWNU Sulsel yang juga Ketua MUI Sulsel Anregurutta KH. Sanusi Baco, LC yang hadir membuka PPWK saat memberi pesan mengingatkan bahwa yang memberi ulama ilmu adalah Allah SWT melalui proses belajar. Kata Anregurutta ada pula melalui proses langsung di beri oleh Allah Swt tanpa belajar.

Gurutta Sanusi juga mengingatkan bahwa ada nilai yang harus diperpegangi oleh seorang ulama, ia pun mengutip pesan Imam Syafii bahwa prinsip
setiap ilmu seorang ulama bertambah ia merasa semakin bertambah bodoh.
Ia juga berpesan agar seorang ulama berpegang nilai-nilai tawadhu yakni bersifat selalu rendah diri dan tidak sombong.

Untuk menjadi ulama Syuriyah di semua jenjang kepengurusan NU, Gurutta berpesan agar seorang ulama Syuriah harus banyak membaca dan seorang Syuriyah harus banyak bukunya.

Ia pun berpesan bahwa buku adalah teman duduk yang tidak pernah membosankan, ibarat rumah yang tidak ada buku di dalamnya, kata Gurutta ibarat rumah tanpa pintu dan jendela.

Gurutta mengapresiasi PCNU Kota Makassar yang melaksanakan PPWK Dawrah I karena menjadi salah satu usaha untuk melahirkan dan mencetak ulama.
Usai memberi pesan, Ulama sepuh NU yang dikenal sangat kharismatik ini, memimpin pembacaan doa.

Sumber : Thahir Rahman

Editor : ZHoelfikar

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya