Ini mi Andi Hadijah Iriani, Sang Juara Bertahan 

18 October 2020 10:44
Ini mi Andi Hadijah Iriani, Sang Juara Bertahan 
Andi Hadijah Iriani, SP,THT,M.Si

BugisPos — Sosok dr. Andi Hadijah Iriani, SP,THT,M.Si, isteri mantan Kadis PU kota Makassar Ir.Ridwan Muhadir,  adalah wanita kelahiran Makassar tahun 1961,  yang menjadi salah seorang juaran bertahan di level eselona II kota Makassar, dengan jabatan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapppeda) kota Makassar. Padahal dia adalah seorang dokter.

Andi Ani, demkian dia akrab disapa, sejak pemerintahan Walikota Danny Pomanto, hingga kini menjabat Kepala Bappeda Kota Makassar. Dan ternyata selama menakhodai Bappeda Kota Makassar, dia enjoy-enjoy saja dalam menyelesaikan segala rupa tugas dan tanggung jawab, meskipun Iriani – sapaan akrabnya – berlatar pendidikan dokter dan pernah memimpin Rumah Sakit.

Sampai saat ini, Andi Ani sudah merasakan dipimpin oleh 5 walikota. Pertama Walikota Danny Pomanto, kedua Plt Walikota Syamsu Rizal MI, kemudian selama setahun dipimpin Pj Walikora Iqbal Suhaeb, selanjutnya sekitar dua bulan dipimpin Pj Walikota Yusran Jusuf, dan sampai saat ini dipimpin Pj Walikota Rudy Djamaluddin. Dan dapat dipastikan Andi Ani akan mendapatkan Walikota defenitif hasil Pilkada 9 Desember 2020.

Cerita yang suatu ketika didapat dari perbincangan penulis dengan Ir.Ridwan Muhadir, suami tercinta dari Iriani, memang juga cukup mengundang senyum kagum. 

Tatkala Iriani tiba-tiba mendapat tugas dari Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto untuk menjabat Kepala Bappeda, Iriani termenung dan diliputi sekian banyak tanda tanya  ; mampukah dia menjalankan tugas-tugas sebagai kepala Bappeda, sementara latar ilmunya adalah berlatar dokter?  Urusan badan perencanaan pembangunan daerah sudah pastilah sangat berbeda dengan urusan dokter dan tetek-bengek dunia kesehatan.

Ketika di rumah, dan bertemu sang suami yang suka bicara blak-blakan. Ridwan bertanya pada Iriani jabatan apa yang dipercayakan walikota kepadanya.

Jawab Iriani ; “Saya dikasi tugas menjadi kepala Bappeda, tapi apami itu mau kuperbuat di Bappeda”  Iriani bernada sedih namun mengesankan optimisme.

Ridwan lantas nyerocos ; “Kenapa susah, kumpulkan saja semua kepala bidang dan seksi-seksi, tanya mereka apa tugasnya masing-masing dan bagaimana menjalankan tugas-tugas itu selama menjabat. Dari situlah bisa diketahui seperti apa nantinya dalam menjalankan tugas Bappeda. Bahkan kemudian kalau dipoles dengan inovasi dan ide-ide yang cerdas, maka pastilah Bappeda akan lebih baik”

Mendengar celoteh Ridwan, Iriani yang memang pengalaman memimpin institusi, bahkan pernah memimpin RSUD di Enrekang dan RSUD Makassar, menjadi semangat luar biasa. Bahwa tak perlu lagi ada keraguan untuk memimpin Bappeda dengan baik, sepanjang niat memajukan instansi yang dipimpin itu ada dan dengan tekad yang kuat.

Iriani memulai karir di PNS dengan pangkat Penata Muda/IIIa tahun 1988. Dan kini menyandang pangkat Pembina Utama Muda/IVc  per SK Presiden tahun 2008. 

Jabatan : 

  1. Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Massenrengpulu Kabupaten Enrekang, 2002
  2. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang, 2007
  3. Kepala BKKBD Kabupaten Enrekang, 2008
  4. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang, 2008
  5. Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD Daya Makassar, 2009
  6. Direktur RSUD Daya Makassar, 2013
  7. Asisten Bidang Administasi Umum Sekkot Makassar, 2015
  8. Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, 2016.

Pendidikan :

  1. SD PSKD Jakarta, 1972
  2. SMPN XL VIII Jakarta, 1975
  3. SMAN IV Jakarta, 1979
  4. Unhas Makassar, Dokter Umum, 1998
  5. Unhas Makassar, Spesialis THT, 1998
  6. S2 STIA YAPPAN Jakarta, 2004.

Bagi Iriani, memimpin institusi itu adalah suatu seni. Sama dengan dalam mengatur rumah tangga, juga adalah seni. Sebagai ibu dari anak-anak di rumah, memerlukan seni mendidik anak-anak dan memberi contoh yang baik, memberi pemahaman yang baik tentang sesuatu yang baik dan apa yang buruk. Pemahaman dan pelaksanaan kewajiban agama adalah hal paling penting bagi anak-anak di rumah.  

Demikian juga dalam memimpin bawahan di kantor, diperlukan seni memimpin yang baik dan berbudaya. Sikap tegas dan disiplin itu perlu dan harus, tetapi ada saat-saat tertentu diperlukan untuk bersantai demi merenggangkan otot dan pikiran. Pada moment-moment seperti ini dibutuhkan agar semangat kerja pegawai fresh kembali.

Pandangan Iriani tentang hidup dan kehidupan, ialah bahwa pengalaman itu adalah guru yang terbaik. Jangan pernah mengulang kesalahan di masa yang lalu.  Jangan pernah terperosok pada lubang yang sama. Artinya, bahwa dalam perjalanan hidup ini, apalagi dalam mengemban tugas sebagai pemimpin institusi, prinsip kehati-hatian menjadi hal yang sangat perlu, agar dalam perjalanan tidak sampai tersandung masalah. Dan selebihnya, berserah diri kepada Allah SWT. Takdir seseorang itu adalah menjadi rahasia Allah SWT. Apa yang akan terjadi besok, lusa, atau di hari-hari mendatang, hanya Allah SWT yang mengetahui. 

Yang terpenting ialah, bagaimana bekerja dengan baik, jujur, displin, dan dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak (Usdar Nawawi)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya