Editor : Zhoelfikar

Jangan Sampai Kembali ji ke Zona Merah

10 November 2020 13:23
Jangan Sampai Kembali ji ke Zona Merah
Oleh Usdar Nawawi

BugisPos — Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin, mengumumkan keputusan pemerintah pusat, yang telah menurunkan status Kota Makassar dari Zona Merah ke Zona Oranye.

Itu artinya posisi kota Makassar yang selama ini diselimuti oleh Zona Merah pandemi Covid-19, kini statusnya mengalami penurunan ke Zona Orange.

Status Zona Merah diberikan kepada wilayah dengan penularan Covid-19 yang sudah tidak terkendali. Semua aktivitas sosial ditangguhkan, termasuk penghentian sementara kegiatan belajar mengajar di sekolah, aktvitas di tempat ibadah, dan perkantoran.

Semua perjalanan di Zona Merah dibatasi, kecuali beberapa perjalanan yang sifatnya darurat, seperti penyaluran logistik dan penanganan medis.

Wilayah di Zona Merah menerapkan intervensi ketat, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Selain mengisolasi pasien positif Covid-19 di rumah sakit, mereka yang teridentifikasi dengan gejala ringan diwajibkan melakukan karantina mandiri di rumah, dan menerapkan tata laksana karantina sesuai anjuran WHO (World Health Organization) atau Organisasi Kesehatan Dunia.

Dan alhamduliah, Makassar saat ini sudah Status Zona Oranye, status yang diberikan pada kota atau wilayah yang berdekatan dengan Zona Merah Covid-19.

Selain menerapkan upaya pencegahan, masyarakat di Zona Oranye diwajibkan melakukan perlindungan diri, termasuk memakai masker. Masyarakat diimbau untuk diam di rumah dan membatalkan semua pertemuan yang tidak penting.

Ada larangan berkumpul di tempat-tempat umum, sementara petugas kesehatan melakukan tes masif pada ODP dan PDP untuk segera mengidentifikasi apakah mereka positif Covid-19 atau tidak. Pemerintah juga wajib meningkatkan kapasitas dan kecepatan uji Covid-19.

Sejalan dengan perubahan status tersebut, juga diikuti surat edaran berakhirnya masa kerja Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kota Makassar. Karena itulah Pj Wali Kota membentuk Satuan Tugas penanganan Covid-19 Kota Makassar di Baruga Anging Mamiri, Senin, 26/10/2020.

Satuan Tugas ini tentunya, kata Pj Wali Kota, bekerja saat transisi menuju normal. Jadi, pengendalian Covid-19 tetap berjalan, bekerja bahu membahu, baik dengan TNI Polri, maupun stakeholder lainnya, dengan Sekretariat Satgas Covid-19 ditempatkan di Baruga Anging Mammiri.

Satpol PP merupakan ujung tombak penegakan perwali 51 dan 53 sesuai dengan tupoksinya, demikian pula untuk penanganan masalah kesehatan itu melekat pada Dinas Kesehatan, termasuk OPD lainnya masing-masing bertugas melakukan penanganan Covid-19 sesuai dengan Tupoksinya.

Dengang diberlakukannya Zona Orange di Makassar ini, tentu ini menjadi tantangan berat, jangan sampai Makassar kembali ke Zona Merah. Ini tak bisa dianggap enteng. Apalagi Makassar sedang menghadapi Pilkada Wali Kota tanggal 9 Desember 2020. Bisa saja Pilkada Wali Kota ini melahirkan klaster baru Covid-19.

Di tengah masyarakat, terutama di kalangan pengusaha, mestinya tetap patuh menjalankan protokol kesehatan, utamanya di soal disiplin pakai masker dan jaga jarak. Jangan karena Makassar turun ke Zona Orange, lantas disiplin protokol kesehatan juga ikut menurun ***

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya