Editor : Zhoelfikar

Matemija, Pilkada di Sulsel Rentan Money Politik

16 November 2020 19:15
Matemija, Pilkada di Sulsel Rentan Money Politik

BugisPos — Anggota Komite I DPD RI yang membidangi Pilkada da Otonomi Daerah Lily Amelia Salurapa SE MM mengatakan, Pilkada di 12 Kabupaten/kota yang di Sulsel rentan dengan money politik. Hal ini dikemukakan saat diterima Gubernur Sulsel yang diwakili Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Sulsel Hasan Basri Ambarala di Kantor Gubernur, kemarin.
Menurut Lily putri Asli Sulsel ini, budaya money politik di tengah masyarakat daerah ini masih belum bisa dihilangkan dimana masih ada masyarakat yang menerima upaya curang.
” sosialisasi terkait money politik saya rasa masih kurang cukup. Butuh ada tindakan nyata dengan memberi efek jera terhadap oknum pemberi dan penerima politik uang itu”, kata Lily Amelia.
Menurut dia, pada Pilkada 2018 lalu saja Sulsel masuk dalam 5 provinsi perkara terbanyak pelanggaran pilkadanya dengan prosentase 9,3 persen dari 12 perkara dan urutan pertama Papua 32,6 persen dengan 42 perkara menyusul Sumut, Sumsel 26 perkara dan Jabar 23 perkara.
Menurut dia, tercatat 36 pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan paslon. “Kami punya data ada 9 kabupaten paslonnya melanggar. Diantaranya kabupaten Pangkep 6 kasus, Luwu utara 10, luwu Timur 4, Bulukumba 3, Maros 2, Makassar 7. Sementara Kampung kami Toraja Barru dan Selayar 1 pelanggaran,” kata Lily Amelia Salurapa.
Dalam pertemuan rapat kerja anngota komite 1 DPD RI turut menghadirkan Ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi, Ketua KPU sulsel yang diwakili Sekretaris KPU Sulsel Adnan (*)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya