Editor : Zhoelfikar

Magello, Pemprov Dukung Ekskavator Amphibi dan Jalan Wilayah Budidaya Windu Lanrisang

17 November 2020 16:48
Magello, Pemprov Dukung Ekskavator Amphibi dan Jalan Wilayah Budidaya Windu Lanrisang
Gubernur Sulsel bersama dengan pembudidaya udang windu di Desa Waetuoe, Kelurahan Lanrisang

BugisPos — Budidaya udang windu tradisional bukannya tanpa kendala. Beragam masalah selalu muncul setiap musim tanam. Hal itu juga yang muncul dari dialog Gubernur Sulsel bersama dengan pembudidaya udang windu di Desa Waetuoe, Kelurahan Lanrisang, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, Senin,16 November 2020. Ditemukan berbagai persoalan, seperti pendangkalan muara sungai dan akses jalan yang belum di aspal.

Untuk itu Nurdin Abdullah menyatakan bahwa Pemprov Sulsel akan memberikan bantuan alat berat ekskavator amphibi dan pengaspalan jalan.

“Tadi juga solusinya sudah jelas, Pak Bupati hanya minta ekskavator dua untuk kita simpan di sini. Insya Allah saya akan bantu dua ekskavator. Ekskavatornya juga yang bukan yang biasa, tapi yang amphibi yang artinya dia bisa mengapung di air,” kata Nurdin Abdullah, Senin, 16 November 2020.

Demikian juga sarana jalan yang menghubungkan jalan kecamatan menuju desa Waetuoe akan diaspal.

“Nah, ini tadi kalau jalan bagus pasti daya saing kita juga naik. Bagi saya apapun, pemerintah provinsi siap support yang penting kita kembalikan kejayaan udang windu,” sebutnya Gubernur.

Nurdin menyampaikan, bahwa Bupati Pinrang, Irwan Hamid adalah seorang bupati yang memberikan perhatian besar pada warganya, termasuk soal infrastruktur jalan.

“Beliau menyampaikan ke saya. Ini jalan yang perlu kita benahi, ini kami sebenarnya ingin menyelesaikan, tapi karena kemampuan APBDnya yang terbatas, maka Insya Allah tahun depan akan kita support lagi,” ungkapnya.

Sedangkan, Irwan Hamid menjelaskan, permasalahan saluran tambak terutama pada saluran primer yang telah tersumbat akibat sedimentasi selama bertahun-tahun. Ini menjadi kewenangan pemerintah pusat telah menyebabkan hanya mampu mengembangkan kapasitas produksi sekitar 45 persen.

“Kami mengharapkan dukungan bapak gubernur dalam normalisasi saluran tambak, menjamin ketersediaan induk dan benur udang windu berkualitas,” sebutnya.

Dua ekskavator dibutuhkan, sebab wilayah ini yang selalu tertutup pada saat air pasang.

“Di Lanrisang, pemerintah daerah telah kadang-kadang menyiapkan alat berat, tetapi kurang mampu melayani, karena ada beberapa muara di sini, setiap telah musim air yang deras, pasti airnya tertutup pada saat air pasang. Inilah kendala yang dihadapi petani kita khususnya yang ada di Kecamatan Lanrisang ini,” jelasnya.(*)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya