Matemija, Proyek Pengaspalan Jalan Ruas Sereng-Malenreng Jadi Bahan Pembicaraan

20 November 2020 12:22
Matemija, Proyek Pengaspalan Jalan Ruas Sereng-Malenreng Jadi Bahan Pembicaraan
Pekerjaan proyek pengaspalan jalan ruas Sereng - Mallenreng, Desa Duampanuae, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai, jadi pembicaraan masyarakat sekitar, GERMAB Sinjai Kecam pihak kontraktor dan meminta untuk bertanggung jawab

BugisPos — Pekerjaan proyek pengaspalan jalan ruas Sereng – Mallenreng, Desa Duampanuae, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai, jadi pembicaraan masyarakat sekitar, GERMAB Sinjai Kecam pihak kontraktor dan meminta untuk bertanggung jawab. Kamis, 19 November 2020.

Banyak masyarakat yang menyesalkan pekerjaannya yang terkesan tidak serius. Hal ini terlihat dari beberapa titik rawan yang tidak di sertai dengan drainase.

Proyek pengaspalan jalan ini sangat dikesalkan masyarakat karena tidak adanya drainase padahal menurutnya d beberapa tempat tertentu perlu di adakan drainase karena hal itu bisa merugikan Masyarakat yg tinggal d sekitar.

Muhammad Saleh Mustafa, Salah satu Masyarakat Dusun Pallimpoe Desa Duampanuae, Kecamatan Bulupoddo saat di temui tim investigasi Germab mengutarakan kekecewaan nya dan Menurutnya salah satu kelemahan pembangunan jalan di kampungnya adalah tidak disertai dengan drainase

“Kami sangat bersyukur dengan di perbaiki nya jalan yang ada di depan rumah kami karena hal itu menguntungkan seluruh masyarakat terkhusus bagi yang lewat di jalan tersebut, namun kami menyayangkan karena tidak adanya drainase yang di buat, hal itu jelas merugikan masyarakat sekitar”

Lebih lanjut iya mengaku kesal sebab pembangunan kurang berdampak baik. Dan mengungkapkan bahwa hampir semua jalan yang dibangun di desa nya tidak dipikirkan drainasenya

“Mestinya setiap pembangunan jalan harus disertai dengan drainase yang baik. Karena jika hal itu tidak di lakukan kedepannya pada saat musim hujan jelas rumah kami yang terancam mengingat rumah kami lebih rendah dari jalanan, Setelah dibangun justru makin susah Bisa-bisa rumah kami nanti kena longsor”

Anggota Bidang Investigasi Germab, Ashari menyatakan, kecewa dengan pihak terkait dalam hal ini bagian pengawasan dan pelaksana. Lembaga dimaksud kurang profesional. Terkesan bekerja tanpa memperhatikan dampak yang akan terjadi kedepannya.

“Dalam pembuatan sebuah bangunan, tentunya harus mem­pertimbangkan apa dampak negatif bagi penduduk. Rea­litasnya, masyarakat meronta”. Ungkap Ashari.

Dia memprediksi, daya tahan jalan tidak akan lama. Ruas Jalan yang menghubungkan tiga desa ( Duampanuae – Lappacinrana – Lamatti Riattang) ini bakal menyusut bila diguyur hujan.

“cepat atau lambat pasti akan mengakibatkan kerusakan karna sekuat apapun campuran aspal, kalau dibenturkan dengan air, pasti rontok”

Dia meminta agar pihak pelaksana dan pengawas peningkatan aspal jalan untuk tidak menutup mata terhadap realita yang terjadi di tengah2 Masyarakat dan agar bertanggung jawab atas keresahan yang di rasakan oleh masyarakat.

“Kami meminta kepada siapapun itu yang terlibat dalam pengerjaan jalan ini agar mendengar kan apa yang menjadi keluhan daripada masyarakat, dan segera memperbaiki apa yang membuat masyarakat menjadi resah”

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya