Editor : Zhoelfikar

Soal Revitalisasi Sungai Mata Allo, DPRD Enrekang Gelar ki Tauwwa RDP

22 November 2020 21:19
Soal Revitalisasi Sungai Mata Allo, DPRD Enrekang Gelar ki Tauwwa RDP
DPRD Kabupaten Enrekang dari Komisi II DPRD, melakukan Rapat Dengar Pendapat ( RDP) untuk menindaklanjuti aspirasi, dari Aliansi Mahasiswa & Pemuda Peduli Lingkungan Maspul ( AMPPLM) serta menghadirkan beberapa pihak stakholder yang terkait

BugisPos — Terkait revitalisasi anjungan sungai mata allo Enrekang Badan legislatif DPRD Kabupaten Enrekang dari Komisi II DPRD, melakukan Rapat Dengar Pendapat ( RDP) untuk menindaklanjuti aspirasi, dari Aliansi Mahasiswa & Pemuda Peduli Lingkungan Maspul ( AMPPLM) serta menghadirkan beberapa pihak stakholder yang terkait, dalam revitalisasi anjungan sungai mata allo tersebut, di ruangan rapat DPRD Kabupaten Enrekang, Jum’at ( 20/11/2020).

Hadir dalam RDP, yang dipimpin Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Enrekang Abdurrahman Zulkarnain, serta komisi II DPRD, DISPOPAR, Dinas PU, Camat Enrekang, Lurah Galonta, Kepala lingkungan Batili, dan aliansi AMPPLM.

Dalam RDP tersebut, AMPPLM menduga, anggaran sebesar 13,8 miliar untuk kegiatan Proyek Revitalisasi Anjungan Sungai Mata Allo tersebut, tidak tepat, dengan beberapa dalih dan pertimbangan. Seperti dampak yang berpotensi akan timbul dikemudian hari, dan bahkan juga beberapa regulasi yang kami anggap dilanggar dengan adanya proyek tersebut ” ujar risman kepada media

Lanjut Risman, kami menduga ada perubahan desain yang dilakukan tapi anggarannya tetap , padahal desain dari awal sekitr 450m panjangnya, dan lebarnya 7m, dan adapun rekomendasi teknis dari unhas untuk perubahan desainnya sekitar 350 m panjangnya, dan lebarnya 4 cm dan kembali pada perubahan teknis ada pengurangan volume dilakukan tapi kenapa anggaran tetap utuh.

“jadi menurut pihak kami ketika ada perubahan pengurangan volume artinya ada juga pengurangan anggaran, tapi ini tidak ada perubahan anggaran” tutup risman.

Sementara dari pihak dispopar Dadang Sumarna, Msi ‘menyampaikan bahwa, “mengenai alur regulasi perisinan Program tahun 2020, yang kami sudah tempuh melalui balai Sungai Pompengan itu bukan waktu sebentar untuk mendapatkan itu” ujar Dadang, PPTK Proyek.

Dan berbagai tahap yang dilalui, mulai kerja sama dengan Center Of Tecnology Fakultas teknik unhas “Prof Bambang, dan team yang ada untuk mengeluarkan survei konfigurasi desain karna itu adalah syarat untuk mendapatkan rekomendasi teknis dari balai (BBWS Pompengan).

“Dan sebelumnya, rekomtek dari Balai Sungai Pompengan ini, mereka sudah berdiskusi dan berdebat, tentang layak tidaknya, dan setelah hampir setahun di kaji, keluarlah rekomtek tersebut, sebagai bahan penyusunan izin setelah itu kami usulkan lagi kemetrian PUPR untuk dikaji sehingga terbit izin” terang Dadang

Sementara Kadis PU Andi Sapada, menyampaikan kepada Aliansi Peduli Lingkungan, sangat mengapresiasi atas suportnya bagi kami, yang turut membantu Pemerintah, namun perlu kami sampaikan bahwa wilayah sungai mata Allo ini, yang berada di Kabupaten Enrekang, adalah wewenang (BBWSP) Balai Besar Wilaya Sungai Pompengan, yang juga rana tanggung jawab dari Pusat. Semua diatur oleh kementerian PURN, “pungkasnya

Ditempat yang sama Lurah Galonta Ilham Arfah, menyampaikan dalam hal revitalisasi sungan mata allo yang berada lokasi Pemerintahannya, belum ada laporan, aduan, masyarakat atas aktivitas pembangunan revitalisasi sungai mata allo tersebut, “ucapnya.

Sumber : m.syafar

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya