Nurdin Abdullah Ikuti ki Panen Cabai di Desa Lowa Kabupaten Wajo

10 January 2021 20:06
Nurdin Abdullah Ikuti ki Panen Cabai di Desa Lowa Kabupaten Wajo
Gubernur Sulsel, Prof. HM Nurdin Abdullah didampingi Bupati Wajo, Amran Mahmud usai rapat sinergi program 2021 di Ruang Pola Kantor menuju ke lokasi panen di Desa Lowa, Kecamatan Tana Sitolo, Kabupaten Wajo

BugisPos — Gubernur Sulsel, Prof. HM Nurdin Abdullah didampingi Bupati Wajo, Amran Mahmud usai rapat sinergi program 2021 di Ruang Pola Kantor menuju ke lokasi panen di Desa Lowa, Kecamatan Tana Sitolo, Kabupaten Wajo, 10 Januari 2021.

Di desa ini, dilakukan panen di lahan seluas 200 hektare yang dikelola oleh 9 kelompok tani. Hasil panen di suplai ke Pulau Jawa dan juga Kalimantan.

Nurdin mengatakan, sektor pertanian justru dapat bertahan di masa pandemi Covid-19 ini. Sehingga tetap dan perlu menjadi perhatian. Hampir setahun dilanda pandemi, terutama di kota-kota besar. Dampaknya, bukan hanya kesehatan, tetapi perekonomian ikut porak-poranda, sekian banyak orang yang harus di rumahkan.

“Maka yang harus kita dorong ini adalah daerah. Desa-desa yang produktif, contoh hari ini kita bisa lihat bahwa di masa pandemi pun. Masyarakat desa Lowa masih bisa mensuplai cabe ke berbagai daeraj, termasuk ke Jakarta dan Kalimantan,” kata Nurdin Abdullah.

Pertanian diharapan bisa memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Oleh karena itu tugas pemerintah hari ini supaya pemasaran hasil-hasil pertanian meraka. Bisa dengan mudah dibawa ke pasar,” sebutnya.

Setelah panen raya, Nurdin bersama Amran Mahmud kemudian dengan mengunakan motor trail menempuh 6 Km meninjau jalan rusak dan jembatan gantung.

“Maka jalannya harus betul-betul kita perbaiki. Tadi saya pakai motor. Karena mobil tidak bisa, ini 6 Km panjangnya. Ditambah ada jembatan gantung. Nah saya berharap tahun kita akan sambungka, tuntaskan. Kalau ini disambungkan maka produk masyarakat akan dengan mudah dibawah ke pasar,” jelasnya.

Perbaikan jalan ini maka akan menghemat waktu dan jarak untuk penyaluran hasil bumi dan panen masyarakat.

“Selama ini, kalau mereka mau ke Belawa, dia harus mutar ke Sidrap. Kalau ini selesai, Cuma 6 Km kita tuntaskan maka hanya 30 menit sudah akan sampai di kecamatan ke Kota Sengkang pun sebaliknya seperti itu,” jelasnya.(*)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya