ZHOELFIKAR

Kadinkes Sulsel: Vaksinasi Tahap Awal Bukan ji Tahap Uji Coba Penggunaan Vaksin

14 January 2021 19:44
Kadinkes Sulsel: Vaksinasi Tahap Awal Bukan ji Tahap Uji Coba Penggunaan Vaksin
Lauching program vaksinasi di Sulawesi Selatan dilaksanakan pada Kamis, 14 Januari 2021 di Rumah Sakit Dadi Makassar. Gubernur Sulsel, Prof. HM Nurdin Abdullah melakukan launching bersama Forkopimda

BugisPos — Lauching program vaksinasi di Sulawesi Selatan dilaksanakan pada Kamis, 14 Januari 2021 di Rumah Sakit Dadi Makassar. Gubernur Sulsel, Prof. HM Nurdin Abdullah melakukan launching bersama Forkopimda.

Untuk tahap awal vaksin diberikan kepada tenaga kesehatan dan juga pejabat publik. Pada tahap awal ini akan diberikan kepada tenaga kesehatan yang berjumlah 59.127 untuk 24 kabupaten/kota. Total vaksin yang dimiliki Sulsel sebanyak 66.640. Untuk tenaga kesehatan dilaksanakan selama dua bulan, Januari-Februari 2021. Vaksinasi akan dilakukan di 470 Puskesmas dan klinik serta 30 rumah sakit umum daerah Baik pemerintah daerah dan TNI-Polri. Selanjutnya, secara bertahap akan diberikan kepada masyarakat umum secara bertahap.

Nurdin Abdullah menyatakan dalam sambutannya, bahwa untuk program vaksinasi ini, ia mengakui bahwa pemerintah mengalami hambatan yang cukup berat. Karena banyaknya informasi yang beredar yang membuat masyarakat ragu akan program vaksinasi ini. Untuk itu ia meminta masyarakat tidak mempercayai hoaks.

“Karena banyak berita-berita yang membuat masyarakat kita bingung. Jujur saya ingin sampaikan pada kita semua. Bahwa pandemi covid-19 ini solusinya adalah vaksin, bukan apa-apa,” kata Nurdin Abdullah.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, menyebutkan bahwa program vaksinasi tahap awal ini bukan lagi tahapan uji coba. Telah melalui proses uji klinis dan juga telah memiliki izin penggunaan dari BPOM berupa sertifikat penggunaan Darurat atau Emergency Use of Authorization (EUA) dan sertifikat halal dan suci dari MUI.

“Sekali lagi vaksinasi tahap awal ini bukan tahap uji coba penggunaan vaksin. Tapi bahwa vaksinasi ini dibuka untuk tenaga kesehatan untuk bertujuan melindungi tenaga kesehatan, karena kita tahu bahwa tenaga kesehatan adalah kelompok paling rentan tertular Covid-19 ini,” sebutnya.

Lanjutnya, sesuai surat edaran Kementerian Dalam Negeri terkait pejabat publik penerima vaksin perdana, kami laporkan ada 15 pejabat publik di Sulsel yang telah mendaftar.

“Bahwa informasi yang tepat untuk disampiakn agar proses pemberian vaksin insyaallah tidak ada masalah,” harapnya.(*)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya