ZHOELFIKAR

Paracumaji, Kolam Regulasi Nipa-nipa Gagal Atasi Banjir Manggala

19 January 2021 17:02
Paracumaji, Kolam Regulasi Nipa-nipa Gagal Atasi Banjir Manggala
Kolam Regulasi Nipa-nipa terletak di perbatasan Maros Makassar – Gowa
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Sejak Senin, 18/1/21, warga yang bermukim di Perum Perumnas di blok 8 dan 10, terpaksa harus mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, antara lain ke mesjid, akibat rumah mereka terendam banjir yang sudah mencapai setinggi lutut orang dewasa.
Bahkan pengungsian seperti itu telah dilakukan beberapa pekan yang lalu lantaran banjir yang sama. Kondisi seperti ini terlihat sangat kontras dengan keberadaan Kolam Regulasi Nipa-nipa yang jaraknya tak cukup 1 km dari lokasi banjir.

Warga blok 10 Perumnas Antang mengungsi karena rumahnya terendam banjir

Lantas apa gunanya kolam regulasi Nipa-nipa itu dibangun kalau ternyata juga tidak mampu menyerap banjir dari blok delapan dan blok sepuluh? kata Rustam warga Manggala bernada tanya.

Melalui laman resmi pu.go.id, Redaksi BugisPos memperoleh catatan, bahwa untuk mengatasi banjir di Makassar, Kementerian PU dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun Kolam Regulasi Nipa-nipa.

Luas tampungan kolam ini adalah 84 hektare dengan kapasitas 3,58 juta meter persegi. Sedangkan genangan banjir di kota Makassar dan sekitarnya seluas 3.000 hektare.

Tapi celakanya, justeru lokasi blok 8 dan 10 tak mampu dibebaskan dari ancaman banjir, padahal kolam ini telah difungsikan sejak Januari tahun 2020 lalu.

“Setelah proses selama 5 tahun, akhirnya bisa difungsikan Januari ini, Makassar biasa banjir Januari-Maret, diharapkan banjir yang terjadi setiap tahun bisa dikurangi. Kolam-kolam seperti ini diharapkan oleh masyarakat agar dapat berkurang banjirnya,” kata Muhammad Aras, anggota DPR RI dari Dapil Sulsel saat menghadiri peresmian kolam ini.

Dikatakan, Kolam Regulasi Nipa-nipa sendiri dibangun tahun 2016-2019 dengan anggaran Rp320 miliar. Meliputi Kolam Regulasi, jembatan shypon, rumah jaga operasi dan pemeliharaan. Ada juga stasiun pompa, gedung operasi, spillway, tanggul keliling sluiceway dan normalisasi Sungai Tallo selain untuk mencegah banjir.

Namun faktanya, warga Manggala blok 8 dan 10 itu menjadi kecewa berat akibat pemukiman mereka tetap saja dilanda banjir (*)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya