Pj Wali Kota, Jangki Matojo Bossku

29 January 2021 06:22
Pj Wali Kota, Jangki Matojo Bossku
Oleh : Usdar Nawawi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Saya terpikat dengan pernyataan Ketua DPRD Kota Makassar, Rudianto Lallo, yang menilai Pj Wali Kota, Prof. Rudy Djamaluddin, tidak mematuhi instruksi Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, untuk melakukan rekonsiliasi pasca Pilkada Wali Kota Makassar 2020.

Kata Rudianto Lallo, dengan tidak hadirnya Rudy Djamaluddin pada acara penetapan Danny-Fatma sebagai Wali Kota – Wakil Wali Kota Makassar terpilih yang diselenggarakan oleh KPU Kota Makassar, hingga menolak berkomunikasi dengan Tim Transisi bentukan Danny-Fatma, adalah bertolak belakang dengan upaya rekonsiliasi yang diarahkan oleh gubernur Nurdin Abdullah.

Kita mau komunikasi Pemerintah itu bisa berjalan sejuk tanpa ada intrik-intrik dan lain-lainnya.

Apa lagi pesannya pak gubernur kan rekonsiliasi, ucapan gubernur ini harus ditafsirkan oleh Pj Wali Kota, bahwa kalau rekonsiliasi itu Pj Wali Kota harus berinisiasi menyambut Danny-Fatma sebagai pemimpin baru di kota Makassar, kata Rudianto Lallo, seperti dikutip beberapa media, Kamis, 28/1/21
Lebih pedas lagi Rudianto Lallo bilang, jangan gubernur Nurdin Abdullah maunya rekonsiliasi, sementara pak PJ Wali Kota langkahnya di pemerintahan berbanding terbalik dengan ucapan gubernur.

Rudianto Lallo mengingatkan, tugas Pj Wali Kota ketika diangkat oleh Mendagri, adalah menyukseskan penyelenggaraan Pilkada Wali Kota Makassar.

Mencermati apa yang dilontarkan ketua DPRD Makassar ini, orang bisa saja berkesimpulan, bahwa pasca kemenangan Danny-Fatma di Pilkada Wali Kota Makassar, Pj Wali Kota megesankan sikap tak rela.

Tak rela Danny-Fatma menang. Tak rela Danny-Fatma memimpin Makassar 2021-2026.

Bahkan mungkin saja ada pihak yang bisa memangdang Pj Wali Kota sebagai terkesan matojo (keras) tak mau rekonsiliasi dengan pemenang Pilkada Wali Kota Makassar, padahal gubernur sudah memerintahkan untuk melakukan rekonsiliasi itu.

Apa susahnya Pj Wali Kota menerima dengan tangan terbuka kehadiran Tim Transisi yang bertugas mempersiapkan pemerintahan baru di Kota Makassar? Bukankan adat lokal Bugis Makassar Toraja Mandar menghendaki piahak-pihak pemangku kepentingan untuk bisa duduk bersama dalam suasana kekeluargaan yang segar dan nyaman demi rakyat kota Makassar?

Bahwa perhelatan Pilkada Wali Kota Makassar sudah selesai. Bahkan pasangan Appi-Rahman, Ical-Fadli, dan None-Zunnun, sudah mengucapkan selamat kepada Danny-Fatma.

Bahkan pula, tidak satu pun dari mereka yang melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

Itu artinya, penyelenggaraan Pilkada Wali Kota Makassar telah berlangsung aman dan sukses. Dan tentunya patut menjadi kebanggaan Pj Wali Kota Rudy Djamaluddin, sebab memang tugasnya dari Mendagri sebagai Pj Wali Kota, adalah menyukseskan Pilkada Wali Kota Makassar 2020.

Bahwa kemenangan Danny-Fatma di Pilkada Wali Kota Makassar, adalah produk demokrasi yang nyaris tanpa cela.

Kemenangan pasangan ini, diterima semua pihak tanpa protes apapun itu. Semua legowo menerima dengan baik, tanpa ribu-ribut. Tanpa mencle-mencle, tanpa caci-maki.

Karena itulah orang tentu pada bertanya, ada apa Pj Wali Kota terkesan menolak rekonsiliasi sebagaimana yang diperintahkan gubernur Nurdin Abdullah ? Semoga besok muncul jawabannya yang membawa suasana teduh. Amin ya rabbal alamin ***


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya