Catatan Perjalanan ke Sulbar (4)

Banyak tong yang Minta Sumbangan

03 February 2021 14:57
Banyak tong yang Minta Sumbangan
Perjalanan Makassar-Sulbar

BugisPos — Setelah merasa tenaga sudah pulih, tim mulai bergerak lagi. Kira-pukul 17.00 wita kurang sedikit kami memasuki gerbang Kota Pare-Pare. Sejenak saya melaporkan pergerakan tim ke petinggi BugisPos melalui voice mesagge WA grup Admin BugisPos.Com.

Voice messageku ini direspon cepat oleh Ibu Dir dengan menelpon perkembangan perjalanan kami.
“Bagaimana dek, perjalananmu baik-baik ji ? Tidak hujan mi?” Tanyanya. Kujawab “siap Ibu Dir, aman terkendali ji, di Pare-Pare tidak hujan.

Kami melewati pesisir pantai Kota Pare-Pare yang jalannya tergenang air karena ombak besar yang menyapu pesisir hingga meluap ke jalan. Momen yang jarang terlihat ini diabadikan oleh para anggota tim dengan kamera ponselnya.

Karena kebetulan cuaca sudah menampakkan wajah cerahnya, banyak warga yang nongki-nongki disekitar taman pinggir pantai. Rata-rata dari mereka melambaikan tangan kepada kami menyatakan dukungan dengan misi kemanusiaan kami ini.

Di setiap perempatan jalan di kota Pare-Pare banyak kelompok warga yang melakukan pengumpulan aksi kemanusiaan berupa pengumpulan sumbangan kepada pengguna jalan. Respon mereka sangat antusias setiap berlalu di hadapan mereka. “Semangat ki, Kak. Semoga tiba dengan selamat,” pekik para pengumpul donasi sembari membukakan jalan buat kami berlalu.

Memasuki perempatan menuju perbatasan Kota Pare-Pare dan kabupaten Pinrang kami berjumpa lagi dengan sekolompok warga berseragam hitam melakukan pengumpulan donasi. Dengan insting seorang jurnalis, moment itu saya tak sia-siakan dengan keluar dari mobil dan menghampiri mereka. “Dari mana ini ?” Tanyaku. “Kami dari Forum Pemuda Pare-Pare Peduli Sulbar kanda,” jawabnya. “Tunggu kami disana, kanda. Insyah Allah besok atau lusa kami juga sudah berangkat,” timpal salah saru pemuda yang memegang box donasi yang kemudian memanggil beberapa temannya untuk berpose dengan sikap sempurna setelah mengetahui bahwa kami dari tim media yang menjalankan misi kemanusiaan. “Salama ki kanda, sukses ki,” sapa mereka dengan melambai karena melihat saya telah bergegas memasuki mobil, karena aksiku tadi sempat memacetkan jalan.

Menjelang magribh, kami memasuki kota Pinrang, karena khawatir shalat magribh tertinggal kami memarkirkan kendaraan di depan Masjid Raya Pinrang. Disitu terdapat sejumlah mobil relawan juga singgah untuk menunaikan shalat magribh. Deretan panjang para mobil relawan berbaris rapi di depan Mesjid Raya Pinrang.

Kami beserta para relawan lainnya kemudian shalat magribh berjamaah, setelah shalat magribh beberapa rekan relawan nampak menjama’ shalatnya agar tak terlupa di perjalanan nanti. Saya memilih tak menjama’ karena memang saya berniat untuk singgah shalat di Masjid Imam Lapeo di Campalagian Polman Sulbar. Sudah menjadi kebiasaan kami bersama Pak Anto untuk singgah untuk shalat ditempat tersebut apabila berkunjung ke Sulbar, apalagi malam Jumat seperti saat ini.

Setelah shalat magribh kami melanjutkan perjalanan, matahari telah kembali kepembaringannya, bulan yang tadi nampak malu-malu, mulai menampakkan cahayanya seakan memberitahukan kepada kami tugasnya untuk menerangi bumi baru saja dimulai. Kelegaan menyelimuti dada, maklum telah melaksanakan kewajiban. Rasa haru sempat terselip dihati, karena seluruh tim melaksanakan perintahNya, cuma dua orang wanita yang menyertai kami tak ikut serta karena kebetulan berhalangan. Dalam hatiku saya berdoa, “Yaa Allah berkatilah perjalanan kami, Yaa Allah lindungilah kami dari segala marabahaya, lindungilah saudara-saudara kami yang akan kami datangi, Yaa Allah Lindungilah kami.

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya