Sedih Kodong, Kadis Pariwisata Positif Covid, Jabatan Dicopot Pula

05 February 2021 09:20
Sedih Kodong, Kadis Pariwisata Positif Covid, Jabatan Dicopot Pula
Rusmayani Madjid
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Ir. Rusmayani Madjid, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, tak bisa menahan rasa sedihnya tatkala Wartawan BugisPos menelpon dia, Kamis, 4/2/21 siang, megonfirmasi tentang pemberhentian dirinya dari jabatan Kadis Pariswisata kota Makassar.
Saya ini kasian menjadi korban kambing hitam. Saya tidak tahu apa-apa tetapi kemudia saya diberhentikan dari jabatan, terkait pengembalian dana hibah hotel dan restoran ke pemerintan pusat kata Maya, panggilan akrabnya, dari balik telepon.
Maya mengungkapkan, saat dana hibah itu berproses administrasi, sebagai langkah melengkapi segala persyarakat yang diperlukan, dirinya sedang positif Covid-19 dan harus menjalani isolasi mandiri di rumahnya.
Dengan kondisi seperti ini, dirinya harus istirahat total dan tak bisa mengurusi persoalan proses encairan dana hibah itu.
Maya menugaskan pejabat bawahannya di tingkat kepala bidang. Namun pada level kepala bidang ini, satu di antaranya juga menjalani isolasi di salah satu hotel isolasi di Makassar, karena postif Covid-19 juga. Dan setelah keluar dari hotel isolasi, kepala bidang ini, yakni Andika, juga masih butuh istirahat untuk beberapa lama.
Artinya, kata Maya, kondisi Dinas Pariwisata kota Makassar pada saat itu, saat proses edministrasi pencairan dana hibah tersebut, instansi yang mengurus usaha kepariwisataan ini, tak bisa berjalan normal.
Akibatnya, danah hibah itu kemudian harus dikembalikan ke pemerintah pusat lantaran batas akhirnya sudah terlewati.
Celakanya, organisasi pengusaha hotel dan restoran kota Makassar melancarkan protes ke Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin.
Logikanya memang protes itu nesti diarahkan ke Pj Wali Kota, sebab harusnya memang wali kota yang mengambil langkah taktis dengan menugaskan pejabat asisten misalnya, untuk turun tangan menangani masalah ini. Sebab persoalan ini bukanlah berdiri sendiri menjadi tanggung jawab penuh Dinas Pariwisata semata, tetapi harusnya menjadi tanggung jawab pejabat berwenang lainnya.
Namun demikin, ternyata pada akhirnya PJ Walikota Makassar mengeluarkan surat keputusan memberhentikan Maya dari Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar.
Keputusan untuk memberhentikan sementara Kepala Dispar Makassar tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Wali Kato Makassar, dengan nomor 862/362/BKPSDMD/2021 tentang pemberhentian sementara Rusmayani Madjid sebagai Kadispar Makassar.
Kadispar dianggap gagal mencairkan dana hibah hotel dan restoran yang diberikan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di tahun 2020 lalu.
“Saya dikambinghitamkan dengan ini danah hibah. Saya telah berupaya agar dana hibah ini bisa diterima oleh pihak hotel dan restoran di tahun 2020. Bahkan saat terpapar Covid-19 pun, saya terus berkoordinasi dengan jajarannya agar dana ini bisa cair. Kabid yang saya tugasi juga sudah berupaya keras” kata Maya sedih.
Diketahui, Pemkot Makassar gagal mencairkan dana hibah Kemenkepraf yang diberikan untuk restoran dan hotel. Bantuan tersebut diberikan seiring adanya pandemi Covid-19 yang sejumlah sektor pariwisata terdampak. Total dana hibah untuk Makassar sendiri yakni Rp 48 Miliar (*)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya