Catatan Perjalanan ke Sulbar (9)

Ta’bangkaku Lihat Malunda

05 February 2021 12:29
Ta’bangkaku Lihat Malunda
Tim Berada di Mesjid Agung Malunda Sholat Ashar

BugisPos — Semangat yang berkobar untuk membantu sesama, membuat kita semua terpacu. Naik turun pick up untuk distribusi barang tak terasa lagi, padahal apabila dipikir saya yang memiliki berat badan 82 kg cukup berat untuk turun naik di bak pick up. Tapi berat tubuhku tak menghalangi semuanya, saya tak mau kalah dengan orang yang jauh lebih ringan dan lebih muda dariku. Ditengah semangatku itu, tiba-tiba terdengar bunyi “krek” adduh ternyata celanaku robek tepat di depan, untungnya saya memakai double proteksi yang telah mendapatkan SNI sehingga “benda kebanggaanku” tak jadi nongol keluar.

Bak kena pukulan Mike Tyson rasanya wajahku. Untuk mengimbangi atau lebih tepat lagi menutupi sobeknya, terpaksalah saya duduk lebih kemayu dan lebih kalem lagi. “Semoga tidak ada ji yang lihat,” batinku.

Kami pulang ke Posko setelah membagikan sumbangan ditiga kecamatan tadi. Walaupun sempat terjadi insiden ban mobil pick up tertusuk baut, namun kami dapat menyelesaikan misi dengan sukses.

Kami kemudian singgah di Posko Makan Gratis Asosiasi Pengusaha Jasa Internet Indonesia (APJII) untuk makan siang. Untuk kelas makan gratis, menunya cukup variatif dan memenuhi standar gizi walaupun belum diikutkan untuk tes uji kelayakan dari WHO.

Belum “mari-mari poso (istirahat) setelah menyantap makan siang, kami disuguhkan lagi kelapa muda yang baru saja dipetik dari pohonnya. Ingin nolak, tapi yang ini diharapkan sejak tadi bahkan disinggung-singgung oleh Yanti disepanjang perjalanan. Jarang-jarang loh minum air kelapa muda sesegar lagi apalagi yang gorra (gratis) seperti ini.

Setelah menunaikan shalat Jumat, kira-kira pukul 14.00 wita kami mulai mengatur barang untuk dibawa ke Malunda, kali ini kita memakai pick up milik warga setempat, berhubung pick up kita lagi gembos tertusuk baut siang tadi.

Seluruh assesoris berupa baliho, spanduk dipasang di pick up ini. Setelah semuanya beres, kamipun berangkat ke Malunda.

Sepanjang perjalanan menuju Malunda, berjejeran tenda-tenda pengungsi di kiri kanan jalan dan setiap kami berlalu, terdengar teriakan, “adakah bantuan” sembari tangan dilambaikan meminta kami berhenti. Bebatuan dipinggir jalan bekas longsoran masih “terpampang nyata”(meminjam ungkapan Syahrini) di depan mata. Terbayang lagi betapa dahsyatnya bencana ketika itu.

Memasuki kota Malunda, saya menjadi ta’bangka (kaget) melihat kehancurannya. Rumah penduduk, kantor Koramil, Puskesmas hingga Masjid Agung rusak parah semuanya. Saya tahu bagaimana Malunda sebelum bencana ini datang, karena sering berkunjung dan bermalam disini.

Kami kemudian berjalan beriringan mulai memasuki desa Kayuangin. Desa tersebut merupakan salah satu tempat terparah yang terdampak gempa selain kota Mamuju tentunya.

Mulai dari anak kecil, wanita, lelaki dan orang tua berusaha menahan kami, agar membagikan bantuan ditempatnya. “Bantuan Pak, disinimi dikasi turun,” teriaknya sambil melambaikan tangan.

Kami berempat, saya, Adi, Akhsan dan Mansah mulai yang berada di bak pick up mulai berwaspada menjaga barang bawaan. Bukan maksud kami “sekke” (kikir) untuk membagikan, tapi kami menyiapkan bantuan ini untuk orang yang lebih membutuhkan karena jarang tersentuh berbeda dengan yang berposko di sisi jalan yang lebih mudah di akses kendaraan.

Kami berjalan agak jauh kedalam, hingga kami temukan orang yang layak diberikan dan kamipun mulai membagi. Dikala kami membagi, para warga datang berhamburan meminta sumbangan. Disinilah saya sadar, selama ini saya menuliskan berita tentang penjarahan bantuan, ternyata ini bukan seperti itu, mereka datang menghampiri mobil meminta apa yang mereka butuhkan. Ada yang meminta air, minta beras, popok, susu serta kebutuhan mendasar lainnya. Walaupun memintanya dengan sedikit menarik-narik barang, tapi saya dapat memakluminya apabila saya berada diposisi mereka. (Bersambung)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya