Tauwwa 4 KWT di Desa Bina Baru Sidrap, Jadi mi Pemasok Sayur

05 February 2021 21:07
Tauwwa 4 KWT di Desa Bina Baru Sidrap, Jadi mi Pemasok Sayur

Catatan dari Kunker Jajaran DKP Bulukumba di Sidrap ( Bag.1/bersambung)

BugisPos.- Rombongan Komisi B DPRD Bulukumba dipimpin Ketuanya Fakhidin, HDK bersama Jajaran Dinas Ketahanan Pangan ( DKP) Bulukumba Selasa (2/2) lalu diterima di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kabupaten Sidrap, selanjutnya rombongan DKP Bulukumba dipimpin Plt Kadis Hj.Darmawati, melakukan kunjungan ke sejumlah lokus.

Diantaranya di Desa Bina Baru Kecamatan Kulo Kabupaten Sidrap, yang berbatasan dengan Kabupaten Enrekang dan Pinrang yang berjarak kurang lebih 30 Kilometer dari kota Sidrap.

Sebagaimana disampaikan Ibrahim, Plt Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura, Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kabupaten Sidrap, bahwa di daerahnya terdapat salah satu Desa yang terbilang sukses membina Kelompok Wanita Tani ( KWT )

Desa yang dimaksud tidak lain adalah Desa Bina Baru yang terdapat 4 Kelompok Wanita Tani ( KWT ) yang sudah berkembang.

Sejak A.Hamzah Masse menjabat Kepala Desa Bina Baru, warga setempat utamanya kaum Ibu diajak untuk menjadi anggota KWT dan setidaknya di Desa Bina Baru terbentuk 4 KWT yang kesemuanya berjumlah kurang lebih 500 Ibu Rumah Tangga aktif memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya.

Salah satu keberhasilan dalam membina 4 KWT di Desa Bina Baru, adanya Peraturan Desa ( Perdes ) setempat, dimana setiap Ibu Rumah Tangga ( IRT ) masuk menjadi Anggota KWT, kemudian memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam beragam jenis sayuran, bukan tanaman musim seperti Mangga.

Selain Perdes, kondisi tanah di Desa itu juga sangat mendukung, karena tergolong tanah subur ( Tanah Alluvial )

Seperti disampaikan Rahmatiah Nur Aliah.T, SP, bersama H.Adam dan Hj.Nuraeni, anggota rombongan dari DKP Bulukumba, rata rata setiap lahan pekarangan terdapat 10 bedengan berukuran 1 X 30 meter, dan lahan ini ditanami beragam jenis sayuran, diantaranya Sawi, Kangkung, Terong, Cabe dan Tomat.

Yang menarik, dari 10 bedengan, tidak bersamaan mereka tanami sayur. Misalnya pada minggu pertama 5 bedeng yang ditanami, kemudian menjelang panen, 5 bedeng barulah ditanami sayuran, sehingga produksinya berkelanjutan, dan kini 4 KWT di Desa Bina Baru sudah jadi pemasok sayuran.

Selain itu, seluruh produksi sayuran, sudah siap dibeli oleh pedagang dan ini terus berlangsung hingga saat ini, sehingga anggota KWT setempat sudah menikmati hasil dari pemanfaatan lahan pekarangan.

Bagaimana peran Pemerintah Kabupaten dalam membina KWT.

Menurut Nihzam, Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Kabupaten Sidrap, tahun 2020 lalu, dapat bantuan dari Kementerian berupa bantuan alat tanam, auto mesin tanam 5 unit, kemudian di backup APBD sebesar Rp.20 juta perkelompok.

” Jadi ada 4 kelompok yang terdiri dari bantuan bibit sayuran, pupuk organik, para net/jaring pengaman yang dimanfaatkan untuk pelindung tanaman,” jelas Nihzam.

Selain itu tambahnya, backup dari APBD Desa sendiri untuk operasional pembinaan KWT, berupa subsidi dana pengolahan tanah diberikan kepada warga yang tanaman tahunannya ditebang, yang ada di depan rumahnya.

Menurut Kepala Desa Bina Baru A.Hamzah Masse, salah satu faktor keberhasilan KWT di Desa Bina Baru, karena adanya kerjasama yang baik
antara pemerintah Kecamtan sebagai pengawas desa, Koordinator BPP Kecamatan Kulo.

Dan tak kalah pentingnya, tambah Kades, keberadaan Penyuluh selaku yang membina langsung proses usaha tani, mulai dari pengolahan tanah, penanaman sampai panen, demikian pula Babinsa dan Pemuda desa sebagai tim yang mengamankan kebijakan desa.

” Jadi keberhasilan yang dicapai berkat adanya kerja sama yang baik dengan semua pihak, dan Pemkab Sidrap juga aktif membina,” kata Kades seperti disampaikan Rahmatiah kepada media ini.- Suaedy.-

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya