Tim Penerima Aspirasi DPRD Terima ki Aspirasi PHI Wajo

05 March 2021 22:59
Tim Penerima Aspirasi DPRD Terima ki Aspirasi PHI Wajo
Aspirasi tersebut diterima oleh Anggota DPRD Wajo, H. Mustafa, H. Surladi Bohari, Andi Sumange Alam, serta para pengurus PHI dan hadir juga Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, H.Anwar Amin bersama Kepala Seksi Pondok Pesantren, Yusuf
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BUGISPOS.COM, WAJO – Bertempat di Ruang Rapat Aspirasi Sejumlah Anggota tim penerima Aspirasi DPRD menerima aspirasi Pelita Hukum Independent (PHI) Kabupaten Wajo. Jumat (5/5/2021).

Aspirasi tersebut diterima oleh Anggota DPRD Wajo, H. Mustafa, H. Surladi Bohari, Andi Sumange Alam, serta para pengurus PHI dan hadir juga Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, H.Anwar Amin bersama Kepala Seksi Pondok Pesantren, Yusuf

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Wajo, mendapat sorotan dari PHI Kabupaten Wajo. Terkait dugaan terjadinya pungutan liar (Pungli) pada Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) untuk TPQ, MDT, Pondok Pesantren.

Ketua PHI Kabupaten Wajo, Sudirman SH. MH, saat menyampaikan aspirasi, mengatakan, PHI melihat ada hal yang urjen dan belum mendapatkan penanganan maksimal pada masalah dugaan pungutan liar dari BOP ini.

Sebelum menyampaikan aspirasi di DPRD, lanjut Sudirman, PHI sudah melakukan cek dan ricek dilapangan terhadap sejumlah guru mengaji pengelola TPQ.

“Dari hasil cek dan ricek, melalui wawancara langsung dengan guru mengaji, PHI mendapatkan informasi bahwa mereka dimintai uang oleh oknum Kemenag antara 1,5 juta sampai 2,5 juta,” ujarnya.

Dan sebelum aspirasi hari ini, ada 8 orang guru mengaji yang datang menemuinya dan mengakui jika mereka dihubungi baik melalui telepon, maupun permintaan langsung, Kata Ketua PHI.

Dari pengakuannya, ada 3 nama muncul yang menerima pungutan yaitu inisial Y, W dan oknum Kepala Kantor Kemenag.

“Tadi pagi ada guru mengaji yang temui saya, katanya, baru 4 hari uang BOP masuk di rekeningnya dan belum sempat dibelanjakan, sudah dimintai oleh oknum Kemenag,” ujarnya.

Yang ironisnya, tambah Sudirman, guru mengaji sempat kebingungan mempertanggungjawabkan uang yang sudah disetorkan ke oknum tersebut.

“Mereka kebingungan mempertanggungjawabkan uang yang disetorkan ke oknum, dan mereka terpaksa memasukkan pertanggungjawabkan sebagai honor mereka,” jelasnya.

Sudirman menegaskan, inti dari aspirasi ini, PHI mengharapkan itikad baik dari Kemenag untuk mengakui dan mencarikan jalan penyelesaian dengan guru mengaji.

“Kami harap ada itikad baik dari Kemenag, apabila tidak, akan kami laporkan ke penegak hukum atas dugaan pungutan liar ini, kami tidak mau disesali dengan masalah ini,” tegasnya.

Setelah mendengarkan warning dari ketua PHI, Kepala Seksi (Kasi) Pondok Pesantren (Pontren) Kemenag Wajo, Yusuf, yang awalnya selalu menyangkal, akhirnya mengakui adanya pungutan, dan bersiap mengembalikan dana tersebut.

” Saya siap kembalikan itu dana pak,” ujar Yusuf sambil menangis dihadapan tim aspirasi.

Kepala Kantor Kementerian Agama, H. Anwar Amin, yang awalnya selalu ikut menyangkal dan terkesan lepas tanggungjawab, akhirnya ikut mengaku dan bersiap mengembalikan uang tersebut.

“Saya sangat terharu dalam pertemuan ini, dan mau rasanya menangis. Saya siap kembalikan uang guru mengaji,” katanya.

Pengurus PHI Kadir Nongko merasa lega mendengar pengakuan Yusuf, karena sudah mengakui kesalahannya, namun dia geram dan marah besar ke Kepala Kantor Kementerian Agama, Kabupaten Wajo, Anwar Amin, karena tidak mau mengaku dan mau cuci tangan dan melimpahkan kesalahan ke anak buahnya

Guru mengaji menangis dipotong uangnya, dan kenapa kesalahan ini hanya dibebankan ke Yusuf dan Waris saja, teganya pimpinan, seharusnya dia harus bertanggungjawab kalau tidak mau mengaku keluar dari ruangan ini saya langsung melaporkan,”tegas Kadir.

Anggota DPRD Kabupaten Wajo sebagai penerima aspirasi H. Mustafa, mengingatkan kepada Kemenag agar menyampaikan hal yang sebenarnya.

“Pungutan boleh saja, selama itu ada landasan hukumnya, dan dapat dipertanggungjawabkan, tapi jika tidak, ini adalah perbuatan yang sangat memalukan,” katanya.

Sementara H. Suriadi Bohari, berharap masalah ini bisa diselesaikan dengan baik.

“Saya harap masalah ini bisa diselesaikan dengan baik, kalau memang Kemenag punya itikad baik, silahkan kembalikan uang guru mengaji,” tutupnya. (acci)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya