Bupati Selayar Basli Ali Hadiri ki HLM TPID Pemprov Sulsel di Makassar

02 April 2021 11:19
Bupati Selayar Basli Ali Hadiri ki HLM TPID Pemprov Sulsel di Makassar
Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Basli Ali menghadiri High Level Meeting (HLM).
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Basli Ali menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Kamis (1/4/2021).

HLM yang bertemakan “Sinergi Penguatan Pasokan, Distribusi Pangan Dan Pengelolaan Ekspektasi Untuk Stabilitas Harga” digelar oleh Pemprov Sulsel kerja sama dengan Bank Indonesia (BI), dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 2021.

HLM ini dihadiri oleh Plt. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, ST., Deputi I (Ekonomi Makro dan Keuangan) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI , Dr. Iskandar Simorangkir, S.E, MA., bersama para Kepala Daerah di Sulsel dan undangan lainnya.

Terpantau Deputi I (Ekonomi Makro dan Keuangan) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI , Dr. Iskandar Simorangkir, S.E, MA., dalam arahannya membahas terkait integrasi program pengendalian inflasi nasional dan daerah.

“Tantangan TPID dalam masa pandemi ini bukan hanya terkait dengan bagaimana kita menekan inflasi. Tapi tantangan utama adalah bagaimana pemerintah pusat dan daerah mendorong pertumbuhan ekonomi karena seiring dengan Covid-19 kita mengetahui dampaknya adalah dalam masalah ekonomi, dimana semua negara mengalaminya,” katanya Iskandar Simorangkir.

Dalam keterangannya, yang perlu menjadi perhatian bersama bagi anggota TPID, bukan hanya bagaimana strategi pengendalian inflasi, tapi juga strategi yang tidak terlepas dari bagaimana mengelola pemulihan ekonomi.

Sedangkan Plt. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan selama semua bisa terkendali dan teridentifikasi yang mana faktor yang harus dijaga maka data itulah yang dijadikan rujukan sementara dari BPS, sehingga kita bisa mengambil kebijakan-kebijakan dalam pengendalian dan mencoba menghentikan inflasi.

“Pertumbuhan ekonomi Sulsel alhamdulillah bagus, karena jika kita melihat secara geografis sistem perekonomian kita ini lumayan stabil bahkan di waktu krisis terburuk pun. Hal ini terjadi karena jika kita melihat kultur dan demografi Sulawesi Selatan yaitu 70%- 80% adalah dari sektor pertanian, nelayan, dan sebagainya yang langsung berinteraksi dengan persoalan yang tidak bisa di digitalisasi. Oleh karena itu ini adalah salah satu kearifan lokal yang kita miliki sebagai faktor yang sangat besar dalam pertumbuhan ekonomi yang menjadikan kita dapat survei di Sulawesi Selatan ini,” terang Andi Sudirman.

Sumber : Ucok Haidir
Editor : Syahrul


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya