Syl Diminta ki Turun Tangani Kisruh Muslok Orari Makassar

03 April 2021 19:52
Syl Diminta ki Turun Tangani Kisruh Muslok Orari Makassar
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Musyawarah Lokal Pemilihan Ketua Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Makassar, ditengarai bakal kisruh. Pasalnya ratusan amatir radio di Makassar menilai Muslok yang akan dilaksanakan 8 April mendatang di Hotel Aryaduta, ditengarai tidak sesuai dengan mekanisme organisasi yang ada.

“Kami bertiga yang ditunjuk menjadi mandataris oleh Organisasi Daerah Orari Sulsel terpaksa mundur karena tidak dipercayakan penuh sebagai mandataris muslok,” kata Ahmad Yani dalam sebuah kesempatan di Makassar.

Menurut dia, Muslok Orari Makassar mestinya yang berperan adalah pengurus lokal, bukan pengurus daerah. Namun kali ini pengurus daerah yang mengatur penuh semuanya. Padahal musyawarah ini adalah musyawarahnya lokal Makassar.

Dari informasi yang didapatkan, Orari Makassar yang tercatat sekitar 500 orang yang memiliki hak pilih ini, semula memang dibagi 4 lokal. Namun dengan adanya surat dari Orpus Orari di Jakarta menginstruksikan agar Makassar digabung saja menjadi satu lokal.
“Penggabungan lokal ini memang instruksi pusat dan harus dipedomani. Tapi cara Orda intervensi kami para Amatir di Makassar, kami tidak menerimanya,” tutur Ahmad Yani (YB 8 EXL) yang dibenarkan dua mandataris lainnya dari Makassar Timur, Budi, dan Makassar Barat, Yusuf.
“Masa kami disodorkan naskah sudah ada nama Ketua OC dan SC. Biarkan kami para formatur memilih ketuanya. Jangan dengan cara preman seperti itu,” kata Ahmad Yani.

Karena itu, kata dia lagi, Orda Sulsel memaksakan keinginannya untuk memuluskan jagoannya menjadi Ketua Orari Lokal Makassar. Dan cara seperti ini kata dia, dinilai melanggar AD dan ART Orari.

Dari informasi yang dihimpun BugisPos, sebagian besar anggota Amatir Radio di Makassar menginginkan agar Syl yang masih tercatat Ketua Orari Sulsel, agar turun tangan mengatasi kemelut ratusan Amatir ini .

“Kalau memang Syl masih mengaku sebagai Ketua Orari di Sulsel, dia harus turun tangan mengatasi kemelut anggota Orari di Makassar.
Bukan saja itu, kepemimpinan Syl di Orari Sulsel selama tiga periode banyak dipertanyakan karena yang aktif hanya wakil ketuanya saja.” Hampir semua surat surat yang keluar dari Orari Daerah selama ini adalah tanda tangan scan beliau. Bagi para Amatir sangat dipertanyakan peran Syl selama ini jadi ketua.

Bahkan diperoleh kabar jika dana Orari di daerah ini diduga dikelolah tidak transparan. Karena itu sejumlah senior Orari di daerah ini akan melaporkan atas penggunaan dana yang tidak sedikit itu dari iuran dan pajak amatir selama tiga periode kepemimpinan Syl menjadi Ketua Orari Sulsel (*)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya