Evi Aprialty Kembali Urus Koperasi & UKM

07 April 2021 12:12
Evi Aprialty Kembali Urus Koperasi & UKM
Evi Aprialty

BugisPos — Evi Aprialty, SE, MM wanita yang terbilang kuat, tekun dan disiplin menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pimpinan OPD, adalah sosok wanita kelahiran Palopo, 17 April 1968. Kini, setelah menjabat Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian kota Makassar, dia kembali dipercaya menjabat Kepala Dinas Koperasi & UKM kota Makassar.

Evi Aprialty, juga adalah mantan Kepala Badan Arsip, Perpustakaan dan Pengolahan Data Kota Makassar yang terbilang bersih sukses.

Tentu saja urusan Badan Arsip jauh beda dengan urusan Koperasi dan UKM, juga dalam urusan Perikanan dan Pertanian. Di Arsip ya ngurus kearsipan, perpustakaan dan mengelola penerbitan buku. Sedang di Dinas Koperasi, urusannya jauh berbeda, yakni dengan mengurus dan memberi pelayanan atas dinamika perkembangan Koperasi di Makassar, ditambah pula dengan urusan UKM yang bisa rumit bisa gampang. Juga dengan urusan tetek-bengek dunia perikanan dan pertanian, tentu pula jauh beda dengan urusan koperasi.

Namun itulah dinamika memimpin OPD yang mesti dijalani seorang Evi. Bayangkan saja, hanya dalam waktu beberapa tahun, dia sudah menakhidai tuga OPD yang tantangannya berat-berat, namu Evi menjalani dengan tekun dan percaya diri, dibarengi manajemen yang baik, disiplin, dan dengan nilai kejujuran yang tinggi. Evi ternyata seorang pemimpin yang tak suka neko-neko.

Kini, dalam menakhodai kembali Dinas Koperasi & UKM, Evi tetap punya prinsip kerja yang cukup strategis dalam memenej pegawai bawahannya. Bagi Evi, komunikasi timbal balik yang positif dengan bawahan itu sangat penting dan mesti dilakukan dengan intens. Komunikasi dengan bawahan tak boleh disepelekan demi meningkatan kinerja dan kelancaran pelaksanaan program kerja.

Kata Evi, biarpun dia berada di hutan sekalipun dia akan tetap bisa berkomunikasi dengan bawahannya demi kelancaran tugas-tugas di kantor. Rupanya Evi benar-benar memanfaatkan sarana komunikasi WhatsApp sesuai arahan Walikota Danny Pomanto.

Evi menugaskan seorang stafnya khusus mengoperasikan WhatsApp sebagai sarana komunikasi antara pimpinan dan jajaran bawahan di kantornya, Balaikota Makassar.

Evi yang lulus CPNS golongan III.a tahun 1992 ini, kini telah berpangkat IV.b dimana kariernya dimulai di Bappeda Makassar. Tahun 1995 dia sudah menjabat Kaur Rencana Kegiatan Bappeda, lalu jadi Kasi Pengumpulan Data Bappeda tahun 1996, selanjutnya menjabat Kasi Sosial Budaya Bappeda tahun 1999. Tahun 2001 dia menjabat Kasubid Pengembangan Kawasan dan tahun 2003 menjabat Kasubid Pengembangan Potensi Daerah Bappeda Makassar.

Tahun 2005 Evi pindah ke Disnaker Makassar menjabat Kasi Keselamatan & Kesehatan Kerja, kemudian tahun 2008 menjabat Kabid Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Makassar. Di kantor yang sama dia beralih jadi Kabid Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat tahun 2009.

Tahun 2013 Evi diangkat jadi Kepala Kantor Arsip, Perpustakaan dan Pengolahan Data Kota Makassar, lalu kemudian tahun 2014 dimutasi dengan jabatan Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Makassar. Dan akhirnya dia kembali menakhodai Badan Arsip, Perpustakaan dan Pengolahan Data Makassar sejak tanggal 12 Pebruari 2015.

Evi menghabiskan masa kecilnya di Lalebata Kab. Luwu. Dia tamat SD di Lalebata tahun 1980, kemudian tamat SMP Frater Luwu tahun 1983. Ijazah SMA Ipa dia peroleh di SMAN 2 Ujung Pandang tahun 1996. S1 jurusan Ekonomi Study Pembangunan UMI diselesaikan tahun 1993, dan S2 Manajemen STIE-PBM diselesaikan tahun 2012.

Pendidikan dan Pelatihan yang pernah dilalui Evi, yakni ADUMLAH tahun 1998, Diklat PIM tahun 2003. Pelatihan teknis yang pernah diikuti, yakni Pelatihan Penetapan Ruang, 1993 ; PJM-P3KT Makassar, 1998 ; Persiapan Penyusunan Anggaran Kinerja Daerah tahun 2001 ; Provincial Project Manajemen Unit (PPMU) And PPIS Sulsel, 2001 ; dan Diklat District and Provincia Planning Jakarta, 2002.

Evi yang menerima Satya Lencana 20 Tahun ini dalam menggeluti tugas-tugasnya memenej pegawai, lebih condong membangun komunikasi kekeluargaan. Menegur atau memarahi bawahan adalah hal biasa saja namun hal seperti itu bagi Evi tak boleh berlama-lama sehingga dapat menimbulkan antipati di antara atasan dan bawahan. Karena teguran sifatnya untuk perbaikan kinerja, maka bawahan yang kena teguran akan secepatnya suasana dicairkan sehingga bawahan lebih bersemangat dalam bekerja untuk mengejar Makassar dua kali tambah menuju Kota Dunia yang nyaman untuk semua (Usdar Nawawi)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya